infobanua.co.id
Beranda Kotawaringin Timur Pertemuan Bupati Kotim Dengan PBS Di Jakarta Bahas Terkait Perkebunan

Pertemuan Bupati Kotim Dengan PBS Di Jakarta Bahas Terkait Perkebunan

Bupati Kotim, Halikinnor dengan PBS di Jakarta. (Ist/brt).

Sampit, infobanua.co.id – Pertemuan Bupati Kotim, Halikinnor dengan PBS Perkebunan Kelapa Sawit di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (11-6-2024) Meeting Room Tuscany, Akmani Hotel di Jakarta Jalan KH.Wahid Hasyim 91, Thambrin Jakarta untuk membahas keberadaan perkebunan kelapa sawit khususnya di Kotim.

Dalam pertemuan tersebut PBS menyampaikan apa saja yang menjadi polimek antara pengusaha perkebunan kelapa sawit dan warga sekitar perusahaan. Dari pertemuan ini juga pengusaha perkebunan kelapa sawit meminta kepada Pemerintah Daerah untuk mencari solusi yang terbaik baik itu untuk pengusaha itu sendiri maupun warga.

Pertemuan sempat membahas tentang maraknya penjarahan, pemortalan dan klaim lahan diperkebunan PBS sehingga dari semua ini sempat mengakibatkan bentrok fisik antara aparat dan masyarakat serta ada aksi demo di PBS.

Pemerintah Kabupaten Kotim dalam ini meminta penyelesaiannya terlebih dahulu di tingakat Desa dan Kecamatan lebih di komrehensifkan dengan melibatkan OPD teknis dan tidak mengedepankan aspek legal formal semata, namun mencermati historis kepemilikan lahan dan usaha ekonomi masyarakat desa sekitar PBS.
Dalam hal ini juga Pemerintah untuk mengurangi aksi demo dan pencurian buah kelapa sawit di PBS, ini perlunya penjajakan oleh Desa dan Kecamatan dengan program usaha masyarakat di Desa sebagai mata pencarian yang potensial dan digerakan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Juga perlu diperhatian aksi masyarakat melakukan penjarahan dan menuntup plasma 20% ternyata akibat pembelian plasma oleh orang luar Desa dan Kabupaten. Sementara pada awalnya pendirian koperasi masyarakat setempat yang terdaftar sebagai anggota koperasi, namun setelah panen justru orang lain yang menikmati.
Dalam pertemuan itu juga membahas soal jaringan Listrik, dan pemerintah daerah berupaya meloby pemerintah pusat untuk penyelesaian jaringan yang dimaksud. Untuk perusahaan bisa bekerjasama apabila lahannya masuk dalam tapak tower jaringan SUTT agar dapat memberikan kemudahan pengerjaan tapak tower dalam area perkebunan. Bupati Kotim juga mewakili pemerintah daerah di acara tersebut melakukan MoU penandatangan dengan ketua GPPI.

Zainal.

Bagikan:

Iklan