infobanua.co.id
Beranda HULU SUNGAI TENGAH Lomba Bagarakan Sahur 1446 H/2025 M Resmi Dibuka

Lomba Bagarakan Sahur 1446 H/2025 M Resmi Dibuka

Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal, bersama Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi, resmi membuka Lomba Bagarakan Sahur 1446 H/2025 M

Barabai, infobanua.co.id – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal, bersama Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi, resmi membuka Lomba Bagarakan Sahur 1446 H/2025 M yang berlangsung di Balai Rakyat Barabai. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten HST untuk melestarikan tradisi khas Ramadhan yang telah mengakar kuat di masyarakat setempat, Jumat (21/03/2025).

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, menjelaskan bahwa Bagarakan Sahur adalah tradisi Islam yang masih lestari di kalangan masyarakat Banjar. Tradisi ini umumnya dilakukan oleh anak muda yang berkeliling kampung sambil meneriakkan kata “sahur” dan memainkan alat musik untuk membangunkan warga menjelang waktu sahur. Tradisi ini mencerminkan kekayaan budaya lokal yang perlu terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman dan teknologi.

Anhar menambahkan bahwa tujuan utama dari lomba ini adalah untuk mengenalkan dan melestarikan tradisi Bagarakan Sahur kepada generasi muda melalui pendekatan edukasi dan kreativitas. “Lomba ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berkreasi, sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap warisan budaya yang telah lama ada di tengah masyarakat Banjar,” ujarnya.

Bupati Samsul Rizal dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. Ia menekankan pentingnya melestarikan tradisi Bagarakan Sahur sebagai bagian dari budaya Islam yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat HST. “Tradisi ini bukan hanya sekadar membangunkan warga untuk sahur, tetapi juga menjadi wujud kebersamaan, semangat gotong royong, dan sarana mempererat tali silaturahmi antar warga,” katanya.

Samsul Rizal juga menyampaikan keprihatinannya terhadap perubahan dalam pelaksanaan tradisi ini, di mana penggunaan sound system bising seringkali mengubah esensi asli dari Bagarakan Sahur. Ia mengapresiasi lomba ini sebagai langkah positif untuk mengembalikan keaslian tradisi dengan penggunaan alat musik tradisional yang lebih bersahabat dengan lingkungan. “Melalui lomba ini, kita ingin anak-anak muda generasi penerus mengenal dan mencintai budaya lokal agar tradisi ini tidak punah,” tambahnya.

Acara ini mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat, khususnya para peserta lomba yang datang dengan semangat untuk menunjukkan kecintaan mereka terhadap budaya tradisional. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan Bagarakan Sahur akan terus hidup dan berkembang sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat HST.

(Dil/IB)

Bagikan:

Iklan