oleh

Aktivitas Perusahaan Tambang PT SILO Digugat

Kotabaru – Organisasi Penjual Ikan Nelayan Kotabaru (OPIN) membanjiri jalan dan halaman kantor bupati Kotabaru, aksi demo damainya menyampaikan aspirasi penolakan tambang di Pulau Laut Kotabaru, Kamis (18/1).

Aksi demo damai itu berlangsung selama kurang lebih satu jam, namun sempat menegangkan karena sempat terjadi saling dorong mendorong para pengunjuk rasa merasa kecewa, karena bupati Kotabaru H Sayed Jafar tidak berada ditempat.
Aksi demopun dilanjutkan ke depan halaman Kantor DPRD tapi sungguh disayangkan tak satupun wakil rakyat yang terhormat berada di Kantor , dikarenakan sedang bertugas di luar daerah.

Koordinator demo damai Syahriansyah menyampaikan orasi tuntutan meminta pemerintah Kotabaru mencabut perijinan PT SILO. Pertambangan dengan alasan yang pertama bahwa kegiatan pertambangan di Pulau Laut berpotensi memberikan dampak pencemaran terhadap ekosistem biotalaut. Sehingga dapat mengganggu atau mengurangi hasil tangkap para nelayan , terutama nelayan kecil (tradisional). Jika ini dibiarkan akan mematikan usaha dan mata pencaharian para nelayan yang selama ini mengantungkan hidupnya dari hasil laut.

Yang kedua, bahwa pertambangan di Pulau Laut akan berdampak terhadap kebutuhan air bagi masyarakat Kotabaru dikarenakan rusaknya sumber air dan kawasan hutan yang berada di sekitar Pulau Laut , karena ketersediaan air di Kotabaru tergantung pada kelestarian hutan.

Ketiga dan seterusnya bahwa, Pulau Laut merupakan daerah pesisir dengan adanya kegiatan pertambangan menyebabkan daya tahan lingkungan sangat rapuh. Jika intensitas hujan tinggi akan menyebabkan banjir disekitar Pulau Laut, harus bebas dari pertambangan dan masyarakat Kotabaru wajib menjaga, memelihara dan merawatnya demi anak cucu serta generasi yang akan datang.

sahroni

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed