Kotabaru Digoyang Ribuan Pendemo Padati Siring Laut Ajukan 9 Tuntutan

oleh -10 views

Masyarakat Pulau Laut yang tegabung dalam masyarakat Saijaan mengajukan petisi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk mencari keadilan terhadap pemerintah provinsi yang semena mena mencabut ijin tambang PT Silo Group yang berada di wilayah Pulau Laut.

Pendemo yang turun memadati Siring Laut berasal dari pemilik lahan tambang, masyarakat pekerja tambang, masyarakat pencari kerja, masyarakat nelayan dan seluruh karyawan, Senin (5/2/2018)

“Ini langkah yang kesekian kali nya kami, setelah hearing di bulan Januari, ada 9 tuntutan yang akan diajukan,” teriak Abdul Muin, koordinator pendemo.

Abdul Muin memaparkan isi petisi berupa 9 tuntutan terdiri, gubernur jangan pilih kasih karena masyarakat Kotabaru tidak semua anti tambang/menolak tambang, masyarakat kotabaru menginginkan adanya tambang dan menciptakan lapangan kerja, memohon dan meminta kepada DPRD jangan tutup mata, “kami rakyat mu jua”, kami juga juga menayakan tindak lanjut surat kami ke gubernur mendukung tambang, gubernur tidak mendengarkan aspirasi kami mendukung tambang. Dan juga kenapa hanya menolak dijadikan dasar SK cabut tambang padahal yang mendukung jauh lebih banyak, pemerintah Pusat sudah mengeluarkan. PP No26 tahun 2008 bahwa Kotabaru wilayah pertambangan dan perikanan, kami sangat keberatan terhadap SK Gubernur yang menyatakan bahwa masyarakat menolak adanya kegiatan pertambangan batubara di Pulau Laut, kami sangat menyesalkan sekali memilih gubernur yang cara kerjanya deksriminasi/keberpihakan, gubernur harus berlaku adil dan bijaksana, mengapa rakyat banyak digusur dan tidak diganti rugi di wilayah Kecamatan Pulau Laut Tengah.

“Kami segenap masyarakat Saijaan Kotabaru mengajukan petisi kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk segera secepatnya menentukan sikap menindaklanjuti pencabutan ijin tambang Silo Group, karena kami menganggap deskriminasi sekali,” jelasnya Abdul Muin.

Ditambahkan Abdul Muin, kami masyarakat Kotabaru mendukung tambang PT Silo sudah harga mati, permohonan dan petisi
berupa tuntutan agar segera ditindak lanjuti.

Ketua DPRD kotabaru beserta Wakil Ketua DPRD 1 dan Ketua DPRD 11 juga mendengar, langsung pembacaan permohonan dan petisi tersebut menghimbau massa agar tetap kondusif. Kami akan secepatnya melakukan rapat internal.ani/inf

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.