oleh

Empat Pilar Kebangsaan Mampu Menangkal Berbagai Faham Ideologi Yang Merusak Kepribadian Bangsa 

Banjarmasin,Info Banua.Pancasila ideologi bangsa yang mampu menangkal berbagai paham yang tidak sesuai dengan kepribadian kita sebagai Bangsa Indonesia yang memiliki kepribadian luhur yang telah teruji dan di akui seluruh bangsa,hal tersebut di kemukakan Anggota MPR/DPD RI M.Sofwat Hadi saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di tengah Pengurus Wilayah Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PW P-KB PII) Prov. Kalsel,Kamis (8/2/2018).

Saat faham baru neoliberalisme yang saat ini sedang merongrong ideologi negara kita,salah satunya kebiasaan sosial LGBT yang sedang merongrong segelintir masyarakat kita.

“Paham ini sangat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara,bagaimana tidak perilaku yang menyimpang ini sangat bertentangan dengan nilai kepribadiam bangsa. Prilaku ini sangat mencoreng kita sebagai bangsa Indonesia dan bertentangan dengan nilai nilai ideologi falsafah bangsa”, katanya.

Seluruh fenomena dan permasalahan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat seluruhnya menjadi perhatian Anggota MPR RI, termasuk fenomena LGBT. MPR RI akan menampung seluruh keluh kesah dari masyarakat yang kemudian akan dibahas lebih lanjut di Badan Pengkajian MPR RI.

Pendapat, masukan dan saran dari masyarakat tentang LGBT akan dibahas di Badan Pengkajian MPR RI dengan mengacu pada ideologi negara kita, Pancasila. Tentu saja paham LGBT akan dibahas dengan parameter falsafah Ketuhanan, sebagai Negara yang Berketuhanan, jelas Sofwat Hadi.

Moral dan karakter bangsa Indonesia adalah Pancasila, yang salah satu pasalnya berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya negara Indonesia adalah negara yang berketuhanan. Setiap warga negaranya harus meyakini satu agama. Dan sudah bisa dipastikan bahwa agama pasti akan mengajarkan bagaimana tata cara bergaul dan berhubungan sosial antar sesama manusia. Oleh karena itu MPR RI melalui Badan Pengkajian MPR RI akan mengkaji dan membahas fenomena LGBT ini berdasarkan ideologi Pancasila. Segala perilaku kehidupan soial, kemasyarakatan, kebangsaaan dan kenegaraan yang ada tidak boleh bertentangan ajaran nilai-nilai Ketuhanan.

Ideologi kita sudah sering diuji kekuatannya dalam menjaga keutuhan bangsa. Munculnya paham-paham neoliberalisme (kebebasan tanpa ada batas) bahkan faham keagaamaan yang berbentuk ekstrim baik kiri ataupun kanan memang condong mengancam keutuhan dan kesatuan bangsa.

Perlu diperkuat lagi pendidikan Pancasila bagi seluruh elemen bangsa, salah satunya bisa dalam bentuk sosialisasi dan edukasi masyarakat terhadap nilai-nilai tingkah laku manusia yang terkait dengan Tuhan Yang Maha Esa, sendiri, sesama manusia, lingkungan, serta kebangsaan yang terwujud dalam fikiran, sikap, perasaan, pekataan, serta perbuatan berdasar pada beberapa etika agama, hukum, tata karma, budaya serta kebiasaan adat istiadat, pungkas Sofwat Hadi.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed