HKTI Dukung Kebijakan Pemerintah

oleh -8 views

Para petani harus merubah paradigma, di zaman ini para petani harus melek teknologi untuk meningkatkan produksi yang dihasilkan.

Hal itu dikatakan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta petani melek teknologi untuk meningkatkan produksi. Selain itu menteri juga mengajak petani untuk bersenergi dengan peneliti dari perguruan tinggi.

Harapan tersebut disampaikan Amran saat memberikan sambutan pada pelantikan DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Selatan periode 2017-2022 di Mahligai Pancasila, Sabtu (10/02/2018).

Dalam kesempatan itu, Amran juga memuji HKTI yang bekerjasama dengan pemerintah bisa meningkatkan kesejahteraan para petani.

“HKTI yang dipimpin Jenderal Moeldoko semakin menunjukkan komitmennya membawa sektor pertanian ke arah lebih baik lagi,” ujarnya.

Dalam acara yang juga dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Amran banyak mengumbar keberhasilan yang telah dicapai Kementerian yang dipimpinnya selama tiga tahun berjalan.

“Jagung dulu impor 3,6 juta ton, setara Rp10 sampai Rp12 triliun. Kamis sudah mau ekspor lagi ke Filipina,” ucap Amran dengan bangga.

Tidak itu saja, Amran juga mengungkapkan produksi jagung kini berlipat ganda karena kebijakannya diubah. Kesejahteraan petani diutamakan sehingga kini jagung bisa ekspor. Hal ini juga dialami oleh komoditas lainnya seperti bawang merah dan beras.

“Bawang merah juga sudah ekspor. Dulu langganan impor setiap tahun. Sekarang ekpsor keenam negara. Serangan balik dari Indonesia,” ujarnya yang diiringi tepuk tangan riuh dari segenap pengurus dan anggota HKTI yang berhadir.

Amran bertutur, beras kini sudah diekspor ke negara tetangga. “Sekarang kita tanam (beras) di perbatasan. Jadi tanam, setelah itu tinggal lempar eskpor (ke Papua Nugini). Doakan mimpi besar dapat menguasai negara tetangga,” ujar Amran berapi – api.

Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengapresiasi kerja keras Amran dalam membawa perubahan di sektor pertanian. Ia menegaskan HKTI siap bersinergi dengan pemerintah dalam menyelesaikan masalah pertanian.

“Langkah apapun kebijakan pemerintah, HKTI berikan dukungan sepenuhnya. Jika ada hal yang merugikan petani, bila perlu HKTI demo di depan kantor Kementan. Tapi saya yakin pak Mentan telah berikan kebijakan yang bisa dirasakan masyarakat banyak,” tegas Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, menekankan kepada para pemimpin HKTI di provinsi se Indonesia untuk tidak ragu-ragu dalam menjalankan tugas, bserjalan dengan tegak. Yang kedua tidak ada priksi, tidak ada kepemimpina yang mendua yang ada hanya satu HKTI ini sebagai bahan agar kepentingan-kepentingan rakyat sungguh bisa diakomodasi oleh rekan-rekan HKTI. doktrin kami yakni satu HKTI harus jadi solusi bagi setiap permasalahan pertanian dan petani Indonesia.

“HKTI harus bisa jadi solusi para petani dan pertanian Indonesia dan berbagai hal-hal yang dianggap dan dirasakan oleh para petani menjadi hanbatan.Pada saat menjadi ketua HKTI setenmen saya adalah HKTI menjadi mitra strategis bagi pemerintah,” katanya.

Didalam setiap langkah apapun yang menjadi kebijakan pemerintah dibidang pertanian HKTI mendapat dukungan sepenuhnya tetapi terhadap hal-hal yang sungguh. Tetapi selama ini menteri pertanian memberikan kebijakan-kebijakan yang sungguh yang bisa diterima masyarakat banyak,untuk itulah dalam mengurus para petani dan peranian. saya merasa sangat optimis.keinginan, niat dan komitmen untuk membangun pertanian di Kalsel luar biasa.

“Apalagi yang ditunjuk sebagai penasehat HKTI Kalsel Gubernur Kalsel. saya sangat berharap HKTI bisa berkembang dari waktu untuk memberi kekuatan. para petani kita perlu pendampingan di lapangan untuk itu HKTI harus turun kelapangan, HKTI memahami apa yang menjadi aspirasi mereka, HKTI menempatkan sebagai brijing institusion sebagai kekuatan yang bisa menjebatani antara para periset and development,para balitbang yang ada di daerah,” katanya.

rel/yus

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.