Tamba Sapuhun Walangsangit

oleh -12 views

Walangsangit (Leptocorisaoratorius Fabricius, (Hemiptera:Alydidae);syn. Leptocorisaacuta)adalah serangga yang menjadi hama penting pada tanamanbudidaya,terutama padi.
Hewan ini mudah dikenali dari bentuknya yang memanjang, berukuran sekitar 2 cm, berwarnacoklatkelabu, dan memiliki “belalai” (proboscis) untuk menghisap cairan tumbuhan. Walangsangitadalahanggotaordo Hemiptera (bangsakepiksejati).
Walangsangit menghisap cairan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) dan juga cairan buahpadi yang masih pada tahap masak susu sehingga menyebabkan tanaman kekurangan hara dan menguning (klorosis), dan perlahan-lahan melemah.
Nama hewan ini menunjukkan bentuk pertahanan dirinya, yaitu mengeluarkan aroma yang menyengat hidung (sehingga dinamakan “sangit”).

Sebenarnya tidak hanya walangsangit yang mengeluarkan aroma ini, tetapi juga banyak anggota Alydidae lainnya.
Serangga betina menghasilkan 100-200 telur, yang diletakkan pada daun bendera padi. Nimfanya berwarna hijau, yang berangsur-angsur menjadi coklat, dan mengalami ganti kulit 5 kali. Stadia nimfa terjadi selama 17-27 hari.Pada kondisi yang cocok, imago dapat hidup hingga 115 hari.Nimfa dan imago menyerang buah padi yang matang susu dengan cara menghisap cairan buah, sehingga buah menjadi hampa. Pada bekas tusukannya, timbul suatu bercak-bercak putih yang disebabkan cendawan Helminthosporium.(Wikipedia)

Cara Pengendaliannya
Dalam bahasa Banjar, walangsangit sering disebut dengan nama“Bilahu”atau“Hampangau”. Umumnya cara pengendalian yang dilakukan terhadap hama walangsangit adalah seperti, membersihkan gulma di pematang, pertanaman, dan di sekeliling tanaman padi. Walangsangit datang di pertanaman sebelum tanaman padi berbunga, hidup pada gulma, memasang bangkai binatang. Walangsangit tertarik kapada bau bangkai, setelah berkumpul dapat disemprot dengan insektisida.Memasang bangkai Katak puru. Walangsangit tertarik kapada bau bangkai, sedang bangkai katak puru sangat beracun, setelah menghisap bangkai katak puru maka walangsangit akan mati tanpa disemprot dengan insektisida. Penyemprotan dengan jamur beuveria. Menggunakan insektisida bila populasi sudah mencapai ambang ekonomi 10 ekor/20 rumpun, menurut dosis anjuran.

Namun demikian, ada cara pengendalian lain yang dalam bahasa lokal (Banjar) disebut“TambaSapuhun”.Artinya adalah hama walangsangit dapat dikendalikan menggunakan walangsangit itu sendiri. Belum banyak dipraktekan.Bahkan mungkin baru satu petani di Kalimantan Selatan yang sudah mempraktekan yaitu bapakSuwono dari desaDamit, kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut.Hasilnya sangat memuaskan.Padi yang sudah disemprot dengan walangsangit, dijauhi oleh walangsangit.Pengetahuan ini didapat dari seorang petani yang sudah bertahun-tahun membudidayakan padi organik, bapakAhmad Saleh pada saat studi banding awal tahun 2016 di desa Sawangan, kecamatanSawangan, kabupatenMagelang, DIY dan sudah sering melakukan pengandalian hama walangsangit dengan cara ini bersama para anggota kelompok taninya.
Caranya adalah kumpulkan (tangkap) walangsangit sejumlah tertentu, satu sampai dua genggam atau sekitar 1/5 gelas air mineral bekas. Cara menangkap dengan menggunakan seserukaau sair bongkok untuk menangkap ikan atau alat lainnya yang bisa digunakan. Tumbuk sampai halus walangsangit yang sudah ditangkap, larutkankan dengan air lalu saring dengan saringan santan kelapa tau kain kasa. Masukan larutan walangsangit ke dalam knapshack sprayer (semprotan), tambahkan air sampai penuh, aduk merata. Semprotkan pada pertanaman padi yang diserang hama walangsangit. Beberapa saat setelah disemprotkan, walangsangit akan menghilang dari area padi yangsdiserang.

Kenapa walangsangit menjauh(menghilang) dari pertanaman yang sudah disemprot dengan larutan walangsangit.Karena (1) walangsangit walaupun suka dengan bau busuk tetapi tidak suka dengan baunyasendiri. (2) secara alami walangsangit sebagian sudah terinfeksi oleh jamurBeauveria (Beauveria bassiana). Dengan disemprot menggunakan larutan walangsangit, akan semakin banyak walangsangit yang terinfeksi oleh jamur tersebut, yang pada akhirnya akan mati sehingga populasinya berkurang.

Yang penting sebagai catatan dalam pengendalian hama walangsangit menggunakan walangsangit adala penyemprotan terbaik dilakukan pada pukul 05-09 dan pukul 15.00-19.00. karena diwaktu-waktu itu hama walangsangit banyak menyerang tanaman padi. Akan lebih baik jika dalam menyemprot ditambahkan dengan perekat, agar tidak luntur oleh hujan dan efektifitasnya lebih lama. Selamat mencoba danberbagi pengalaman semoga besar manfaatnya bagi para petani.

Penulis Mukhsin, THL-TB PP desa Keliling Benteng Ilir, dan Rina Lestari, SP. PP desa Sungai Tabuk Keramat, kecamatan Sei.Tabuk, kabupaten Banjar, provinsi Kalimantan Selatan

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.