oleh

Saatnya Kalsel Kembangkan Kawasan Industri

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Abdurrahman Mohammad Fahri menilai, potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Kalsel dinilainya sangat luar biasa. Untuk itu harus dioptimalkan untuk kemakmuran masyarakatnya.
Potensi yang bisa dikontribusikan oleh Kalsel sangat luar biasa dalam banyak. Apakah itu dalam bidang sosial dan ekonomi.
“Untuk itu, saatnya Kalsel menerapkan kawasan industri dari hulu ke hilir, karena dapat meningkatkan industri pengolahan di Kalsel. Sehingga tak lagi menjadi daerah pengekspor barang mentah,” ujarnya saat memberikan kuliah umum di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin menghadirkan, Selasa (20/2).

Misalnya, dulu kita hanya menjual bahan mentah (raw material ) saja, tapi juga harus mengubah paradigma, bahwa sumber-sumber material harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.
“|Jadi Kalsel pertumbuhan berbasis wilayah dengan neraca kerja, dan diukur dengan sumber daya alam yang yang dimiliki,” ujarnya.

Penerapan kawasan khusus, kluster maupun simpul ekonomi dengan membangun konektivitas yang akan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dapat menumbuhkan nilai tambah (added value ) ekonomi.

Jadi ini mengubah paradigma dari semula tahun 70, 80, 90-an migas dan mineral sebagai sumber pendapatan devisa sekarang diisi sektor nonmigas, karena migas dan mineral dijadikan panduan untuk pertumbuhan ekonomi dalam negeri

“Dengan membangun industri hilir dalam kawasan ekonomi khusus, pola pengolahan bahan mentah akan berubah dan berlangsung secara efektif karena sumber daya tersebut dapat langsung diolah tanpa harus diekspor.,” paparnya.

Disisi lain, kata wakil menteri kelahiran Banjarmasin ini, juga menyinggung Kalsel yang penduduknya homogen harus dilihat sebagai kekuatan juga. Dan bisa dijadikan role model. Sekaligus potensi yang harus dikerjasamakan.
Mantan Duta Besar Mesir (2007) dan Duta Besar Arab Saudi (2014) ini menilai, perguruan tinggi sebagai agent of change punya pengaruh besar karena mendidik kader-kader yang tentu relevan dengan keperluan daerah.
“Saya justru mengajak Kalimantan Selatan bisa menjadi bagian perubahan di Inddonesia, karena memiliki SDA dan SDM handal,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed