IPQAH Dorong Lomba Baca Quran Sering Digelar

oleh -5 views

Ketua  Ketua Umum IPQAH provinsi Kalsel H Murjani A. Malik, mengatakan pihaknya terus mendorong lomba baca quran di Kalsel semakin gencar dilaksanakan.

“Kami prihatin lomba baca quran, habsi, dll semakin kurang semarak dan jarang digelar ditiap daerah, semestinya ada kalender kegiatan yang rutin guna menggairahkan minat generasi muda,” paparnya disela rakor pengurus IPQAH se Kalsel, Sabtu (3/3).

Guna merangsang kegiatan baca quran, awal bulan Mei 2018, Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafizh-Hafizhah (IPQAH) Kalsel menggelar lomba Musabaqah tilawatil Quran (MTQ) se Kalsel. Kegiatan yang diperuntukkan untuk remaja ini mengambil lokasi di Desa Kiram Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.

“Lomba MTQ akan kita gelar di Kiram yang akan memperebutkan Piala Gubernur Kalsel sekaligus akan dibuka Gubernur Kalsel,” katanya.

Menurut Malik, lomba MTQ se Kalsel tersebut sekaligus dijadikan ajang pencarian bibit unggul para qori Kalsel untuk dipersiapkan mewakili Kalsel pada lomba tingkat nasional.

 

Kalsel mentargetkan masuk lima besar di ajang MTQ Nasional tahun depan di Sumatera Utara, saat ini masuk sepuluh besar nasional. Prestasi para qori dan qoriah Kalsel dipentas nasional diantaranya juara satu qoriah putra dan putri tahun 2015, juara satu tafsir putri 2016, masuk 9 besar nasional MTQ di NTB.

“Untuk mendorong pencapaian prestasi, pihak IPQAH memaksimalkan kegiatan lomba yang akan dilakukan bulan Mei dan Agustsus. Termasuk merangsang peserta lomba dengan hadiah umrah dan beasiswa. Hal ini menjadi perhatian kami,” katanya.

Malik mengungkapkan, kegiatan lomba mulai tingkat anak-anak hingga remaja akan ditingkatkan lagi di Kalsel. Hal ini guna makin memperkokoh pemahaman generasi muda lebih mengenal agama Islam dan memperkuat pondfasi keagamaan lewat MTQ.

Sebab MTQ telah melahirkan paradigma baru bagi keberagamaan umat Islam Indonesia. Sejak kali pertama dicanangkan secara nasional pada 1968.

“Kami prihatin kegiatan lomba MTQ di Kalsel kurang maksimal dilakukan, semestinya di tiap daerah harus rutin dan berkala digelar. Karena MTQ memberikan nuansa khas budaya keberagamaan ala Indonesia. Maka, hampir dipastikan, fenomena MTQ menjadi trade mark tradisi religius umat Islam Indonesia,” paparnya.

rel

 

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.