Karena Cuaca Ekstrim Babe Batal Panen Raya

oleh -12 views

Pengembangan bawang merah dan cabai di Kabupaten Tanah Laut  yang didanai APBN-P 2017 pada Musim Tanam Bulan Oktober – Maret  (MT-Okmar) hanya terealisasi 30 persen.

Menurut Kepala Bidang Hotikultura Dinas TPH Tala Jamaludin Malik, kurang berhasilnya dua jenis tanaman horti dalam program Baberuk tersebut bukan karena kurang minatnya petani dan kesulitan mencari lahan tetapi akibat cuaca ekstrim volume curah hujan sangat tinggi bahkan ada yang 3 hari berturut-turut tiada henti.

Saat dikonfirmasi masalah berhasil atau tidaknya pengembangan horti tersebut di Pelaihari baru-baru ini, Senin (5/3) , Malik untuk sapaan akrab Jamaludin Malik menjelaskan, semua alokasi optimis terealisasi hanya waktu budi daya  harus membaca cuaca karena budi daya horti berbeda dengan budi daya pangan.

“Sejatinya memang semua tanaman baiknya pada musim hujan  namun tanaman horti  rentan terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Pengembangan Bawang Merah dan cabai di Tala yang didanai APBN-P 2017, bawang merah 50 ha dan cabai 100 ha,” jelas Malik.

Malik mengatakan, realisasi budi dayanya sebagian baru dimulai bulan Maret 2018. Kalau dilihat dari budi daya cabai dan bawang merah di Tanah Laut dalam kondisi kurang menguntungkan akibat cuaca ekstrim  atau hujan volume tinggi adalah cabai merah 404 ha,yang bisa dipanen hanya 93 ha, produksinya  hanya mencapai 409,4 ton.

“Cabai rawit  dari 1103 ha bisa dipanen 185 ha produksnya 683,7 ton .Yang memprihatinkan lagi budidaya bawang merah .Dari luas tanam 120 ha, yang dipanen 19 ha, produksi 456 kwintal (45,6 ton),” ungkap Malik. (ayi kuswana)

 

 

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.