oleh

Ditlantas Polda Kalsel Cek Penyebab Banjir Depan Hotel Novotel

Ditlantas Polda Kalsel melakukan peninjauan penyebab banjir di depan Hotel Novotel Selasa  (6/3) , peninjauan juga dilakukan di depan SPBU  dan Km 27  depan Hotel Novotel Landasan Ulin Yang menyebabkan  banjir ketinggian antara 25 Cm sd 35 Cm, akibaat banjir menyebabkan macet dan kendaraan roda dua bahkan  banyak yang mogok akibat  banjir.

Dijelaskan  Dikyasa Ditlantas Polda Kalsel AKBP Nina Rahmi, beberapa faktor penyebab b anjir,wilayah Kalsel merupakan daerah belokan angin. Didukung dengan kelembaban atmosfer yang cukup basah berpotensi terjadinya pertumbuhan awan hujan menunjukan konveksi aktif. Yang menyebabkan hujan dengan intensitas sdg – lebat atau ekstrem di Wil. Landasan Ulin pd jam 15.30 sd 17.00 Wita dg jlh curah hujan 167 mm.

Jalan pd lokasi banjir merupakan cekungan dataran rendah.khusus di Km 23.5 dilalui sungai Rimba yg diatasnya ada jembatan culvert. Di bawah jembatan terdapat sampah dan pipa sehingga menyumbat aliran sungai ketika meluap.

Aliran sungai dari arah lapangan golf  berbentuk siku sebelum masuk jembatan sehingga ketika volume air sungai meningkat langsung menuju jalan raya yang terhalang median jalan. Sedangkan alur sungai di sisi  kiri SPBU/ gudang gas LPG ( Arah menuju Bjrbaru) berbelok sudut siku2 dan aliran sungai masuk melalui ke gudang LPG lebar dan kedalaman aliran sungai lebih kecil shg masuknya air terhambat dan meluap sedangkan dihilirnya di peramuan  Jl. Trikora Kec. Ulin Tengah Rt 11 Banjarbaru masih dapat menampung air Sungai tersebut.

Tidak berfungsinya/ tersumbatnya gorong2/ parit pada kanan dan kiri jalan. Perubahan lahan hutan dan rawa menjd perumahan dan pembangunan disekitar lokasi banjir menjadi salah satu penyebab berkurangnya resapan air.

Pihak Ditlantas Polda Kalsel sudah melakukan rekomendasi  dan koord dengan Dinas PU dan Tata Kota . Melakukan normalisasi aliran sungai Rimba sd ke Peramuan Jl. Trikora Banjarbaru. Perbaikan Gorong2/ parit  pada kiri dan kanan jalan utk dialirkan ke Sungai.  Koord Dg Dishub atau Balai Jalan pd daerah  jalan yg berpotensi banjir krn datarn rendah/ cekungan agar median jalannya tdk semuannya hrs permanen guna dpt dilakukan pembuangan air sehingga terurai.

Koordinasi dengan BPK/ emergency utk menginfokan kepada masyarakat  tentang ada lokasi banjir di jln guna mengurai kemacetan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed