oleh

Jasindo Bayar Klaim AUTP Rp3,5 Milyar

Kepala kantor PT.Asuransi Jasa Indonesia cabang Banjarmasin Hispono Widodo mengatakan, PT.Jasindo tahun 2017 membayar klim Asuransi Usaha Tani Padi sebesar Rp3,5 Milyar kepada petani pemegang polis AUTP di Kalimantan Selatan.

Ketika menyampaikan, paparan kepada peserta Rapat Koodinasi Teknis Fasilitasi
Pembiayaan ( Percepatan AUTP dan KUR ) di Banjarmasin Senin silam. Selama satu tahun mengemban tanggung jawab dibidang AUTP dan sejalan dengan peraturan yang ada kata Hispono perkembangannya sangat pesat .

Data peserta AUTP di Kalimantan yang digulirkan mulai tahun 2015 sebagai tahap sosialisasi dan tahun 2016 mulai menunjukan kepahaman petani dan berhasil penyerahkan polis AUTP sebanyak 2600 hektar.

Namun berkat kegigihan para pegiat AUTP (jajaran dinas pertanian TPH), pemerintah daerah dari tingkat provinsi sampai keperdesaan hasilnya menakjubkan yakni mencapai 33.220,2 hektar atau 1.200 persen.dari tahun sebelumnya dan ini melebihi dari target 22.000 hektar.

“Keberhasilan tersebut tidak terlepas peran serta semua insan pertanian termasuk TNI,” katanya.

PT.Jasindo membayar klim AUTP tahun 2017 di Kalsel sebesar 35 milyar rupiah, untuk membayar kerugian petani yang mengalami gagal panen karena kondisi alam dan sebagian akibat gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), seluas 583 ha.

Yang menarik tambah Hispono, Kalimantan Selatan adalah satu-satunya di Indonesia yang jajaran dinas pertaniannya mempunyai group WA sebagai sarana informasi online yang cepat dan serentak mengenai tugas masing-masing. Meskipun demikian pelayanan PT.Jasindo masih terdapat kelemahan seperti keterlambatan bayar klim atau masih panjangnya rangkaian klarifikasi dan verifikasi lapangan karena sesuai aturan yang berlaku.

Hal ini menjadi evaluasi dan perbaikan kedepan sebagaimana sudah dirilis kantor pusat PT.Jasindo untuk penyederhanaan . “Tahun 2018 , PT.Jasindo menarget penambahan polis untuk luasan 35.000 hektar. Ia optimis karena luas areal untuk tanaman padi di Kalsel mencapai 600.000-an hektar,” pungkas Hispono Widodo. (Ayi Kuswana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed