oleh

Kota Banjarmasin Terjadi Inflasi 0,32 Persen

-Ekonomi-9 views

Bulan Maret 2018, di Kota Banjarmasin terjadi Inflasi sebesar 0,32 persen. Laju inflasi kalender tahun 2018 (Maret 2018 terhadap Desember 2017) sebesar 0,47 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 3,12 persen.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan, Ir Diah Utami MSc, Senin (2/4). Inflasi di Kota Banjarmasin bulan Maret 2018 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,85 persen, kelompok sandang sebesar 0,71 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,53 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,05 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen.

Menurut Diah, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil infalsi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain angkutan udara, nasi dengan lauk, biskuit, bensin dan bawang merah.

“Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain  bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, udang basah, semangka, daging ayam ras,” jelas Diah.

Dikatakan Diah, di Kota Tanjung, pada bulan Maret 2018 terjadi inflasi sebesar 0,83 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 130,83 pada bulan Februari 2018 menjadi 131,92 pada bulan Maret 2018.

Diah mengungkapkan, di Kota Tanjung komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi selama bulan Maret 2018 antara lain nasi dengan lauk, bawang merah, kacang panjang, bayam, daging ayam ras. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain: bahan bakar rumah tangga, tomat sayur, telepon

Dijelaskan Diah, dari 82 kota di Indonesia, tercatat 57 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di kota Jayapura sebesar 2,10 persen dan inflasi terendah terjadi di kota Sumenep sebesar 0,01 persen. Sedangkan 25 kota mengalami deflasi, deflasi tertinggi di kota Tual sebesar 2,30 persen, dan terendah di kota Bulukumba sebesar 0,01 persen.

“Dari kota-kota di wilayah pulau Kalimantan mengalami inflasi ada 7 kota, Inflasi tertinggi terjadi di kota Tanjung sebesar 0,83 persen dan inflasi terendah dikota Singkawang sebesar 0,19 persen ada dua kota yang mengalami deflasi yaitu kota Samarinda sebesar 0,12 persen dan kota Tarakan sebesar 0,03 persen,” kata Diah. ida/inf

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed