oleh

Sentra Produksi Benih Padi Bersertifikat Kalimantan Selatan

Benih adalah janji hari esok. benih bermutu adalah benih dari varietas
unggul yang dihasilkan melalui proses sertifikasi benih yang diawasi produksinya
oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura
(BPSB TPH) Provinsi Kalimantan Selatan. Pengawasan dimulai sejak dari benih
sumbernya, lapangan, panen, prosesing hingga pengujian benih di laboratorium.
Apabila lulus laboratorium sebelum disalurkan benih harus diberi label lebih dulu
dan apabila tidak lulus tidak dapat diedarkan sebagai benih tapi masih di
konsumsi di jadikan beras.

Kebutuhan benih padi Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 10.079 ton
untuk luas tanam 403.181 Ha, (data inventarisasi varietas tahun 2016).
Sedangkan produksi benih padi bersertifikat kita sudah mencapai 5.000 ton per
tahun, ini berarti 50 persen kebutuhan benih bersertifikat sudah terpenuhi. Sisanya
masih menggunakan benih padi unggul tidak bersertifikat dan benih padi lokal
seperti sejenis padi siam yang banyak ditanam di daerah Gambut.

Dengan demikian masih terbuka peluang usaha perbenihan bagi para
produsen/penangkar benih untuk meningkatkan produksinya baik melalui
penambahan luas areal penangkaran, peningkatan IP bahkan pengelolaan
pertanaman secara intensif agar produksi benihnya dapat ditingkatan. Sehingga
penggunaan benih padi bersertifikat dapat ditingkatkan dari 50 persen menjadi 60 persen atau lebih di tahun 2018 dan benih padi yang tidak bersertifikat atau benih lokal bisa dikurangi.

Di era tahun delapan puluhan hingga tahun dua ribu Kalimantan Selatan masih mendatangkan benih padi bersertifikat dari pulau jawa. Sejak tahun 2000 hingga sekarang sudah dapat mengurangi ketergantungan dari pulau jawa, bahkan sudah mampu membantu daereah lain diluar Kalimantan selatan
seperti, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur .

Pada ahun 2016 pernah mengirim ke luar pulau yaitu Batam sebanyak 20 ton, sementara pada tahun 2017 benih keluar dari Kalimantan selatan sebanyak 282 ton. Mendukung ketersediaan benih padil bermutu atau dikenal dengan
istilah benih bersertifikat di Provinsi Kalimantan Selatan dalam pengembangan
agribisnis. Balai Pengawasan dan Sertifikasi Tanaman Pangan dan Hortikultura.

(BPSBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Peraturan Gubernur Provinsi
Kalimantan Selatan nomor 8 tahun 2008 tanggal 15 Mei 2008 ditetapkan sebagai
Unit Pelaksana Teknis, yang mempunyai tugas untuk penilaian kultivar/klon
unggul lokal, penilaian dan penetapan pohon induk tanaman hortikultura
tahunan, sertifikasi benih, analisis dan pengawasan mutu benih. Sehingga
diharapkan Provinsi Kalimantan Selatan dapat menyediakan kebutuhan benihnya
sendiri khususnya benih padi bersertifikat bahkan bisa membantu daerah lain
diluar Kalimantan Selatan seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dll.

Sentra produksi benih padi unggul (padi bersertifikat) di Provinsi
Kalimantan Selatan ada dihampir semua Kabupaten Kecuali Kota Banjarbaru
dan Kota Banjarmasin. Pada tahun 2017 sebanyak 4.638.356 ton benih padi
unggul telah dihasilkan oleh penangkar benih di sebelas kabupaten pada tahun
2017, dan tiga daerah sebagai sentra produksi benih padi unggul terbesar adalah
Kabupaten Tabalong dengan produksi 1.087.800 ton, disusul Kabupaten Hulu
Sungai Tengah dan Kabupaten Tanah Bumbu masing-masing 929.425 ton dan
702.200 ton, sebagaimana grafik dibawah ini:

Top Scor selama dua tahun berturut yaitu Kabupaten Tabalong sebanyak 1.189 ton
pada tahun 2016 dan 1.087 ton ditahun 2017 ada penurunan sekitar 100 ton, ,
Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebanyak 813 ton tahun 2016 naik 929 ton di
tahun 2017, Kabupaten Tanah Bumbu berada diurutan ke tiga yaitu sebanyak
681 ton tahun 2016 naik tahun 2017 menjadi 702 ton.

Data tahun 2017 yang merupakan daerah sentra benih padi di Kabupaten Tabalong ada di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Jaro, Kecamatan Banua Lawas dan Kecamatan Muara Uya masing-masing seluas 326 Ha, 170 Ha dan 41 Ha. Empat Kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kecamatan Pandawan, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kecamatan Batu Benawa dan Kecamatan Batang Alai Utara masing-masing seluas 146 Ha, 112 Ha, 95 Ha dan 50 Ha. Sedangkan di Kabupaten
Tanah Bumbu tiga kecamatan yaitu; Kecamatan Kusan Hilir 554 Ha, Kecamatan
Kusan Hulu 50 Ha dan Kecamatan Batulicin 26 Ha.

Penulis Sunarwo , Pengawas Benih Tanaman Madya BPSBTPH, Banjarbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed