oleh

Sidang Pembunuhan Ahmad Berjanji Ricuh, Ada Keluarga Korban Luka dan Diinjak

Sidang perdana pembunuhan Achmad Berjanji warga Desa Belandean Muara RT IV Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala di Pengadilan Negeri Marabahan,dengan menghadirkan tersangka Sarifuddin warga RT VII Desa Belandean Muara,Selasa (3/4) berlangsung.

Pada sidang perdana itu,menghadirkan 3 saksi ,yakni Isteri Almarhum Arbayah,Budiman dan Anang Alus.Selama sidang berlangsung para saksi menceriterakan kronologis terjadinya pembunuhan Achmad Berjanji oleh tersangka Sarifuddin,sidang dipimpin Hakim Wijayanto ,dengan Jaksa penuntut umum Ambril Hardi ,berlangsung, lancar aman dan tertib.

Setelah Hakim mendengar penuturan para saksi dan pembelaan dari tersangka .Hakim Aji Wijayanto pun mengetuk palu pertanda sidang ditutup dan akan dilanjutkan, Selasa mendatang 10 April 2018.Usai sidang tersangka pun meninggalkan ruang sidang lewat samping dan dikawal oleh petugas Polres Marabahan.Sementara puluhan keluarga korban yang datang dari berbagai daerah ingin menyaksikan jalannya sidang.

Namun beberapa keluarga korban lainnya yang menanti diluar persidangan ,berupaya mendekat ingin menyaksikan tersangka pelaku pembunuhan keluar di ruang sidang,tapi dihalang-halangi petugas.Karena ketatnya penjagaan,keluarga korban pun tidak bisa melihat dengan jelas wajah tersangka .

Namun ada yang berusaha mendekati tersangka ,tapi dengan kesiapan aparat bersenjata lengkap,walhasil tersangka pelaku pembunuh dapat dilarikan dan dimasukan kedalam mobil yang telah dipersiapkan oleh petugas dari kepolisian, langsung dibawah ke rutan Marabahan.Disayangkan oleh keluarga korban ketika ada yang meringsek mencoba maju,tiba-tiba aparat kepolisian menendang keluarga korban ,sehingga jatuh hampir tertelungkup.

Meskipun terjadi desakan dari keluarga korban dan dorong –mendorong antara aparat kepolisian dengan keluarga korban.Sedang keluarga korban yang jatuh dan kesakitan bahkan terluka,karena ditarik petugas ,ditambah lagi diinjak oleh aparat dan ada yang matanya bengkak,melihat itu keluarga korban sangat kecewa.

Untuk diketahui bahwa peristiwa berdarah yang menimbulkan korban Achmad Berjanji yang meninggal dunia,Rabu 27 Desember 2017 , sangat menyakitkan keluarga korban,karena dibunuh secara sadis oleh tersangka Sarifuddin , sampai seisi perut keluar, alias ususnya keluar,tidak seperti pembunuhan biasa,ketika ditusuk darah keluar tidak lama kemudian meninggal. “Tapi pembunuhan ini lain usus keluar dan korban mati ditempat, sangat tidak berprikemanusiaan,” ucap salah satu keluarga korban lainnya.

(sjahrir).

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed