oleh

Bawaslu Kalsel Minta Anggota Panwaslu Jaga Integritas

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel meminta semua anggota panwaslu di Kalsel bekerja profesioanal, jaga integritas dan jangan setengah hati menjalankan amanah. Meski kenal dengan timses atau calon selama jadi panwas harus jaga jarak, dilarang keras akrab, ngopi dengan timses, atau para calon.

Selain itu, Bawaslu juga mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI hingga Polri tak mencederai dan merusak demokrasi, dengan tetap menjaga netralitas selama masa kampanye.

Termasuk adanya dugaan pelanggaran lewat media sosial, Bawaslu Kalsel minta dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, pers, akademis dan pihak terkait lainnya untuk membantu melaporkan jika ada dugaan indikasi pelanggaran. .
Hal ini dikatakan Ketua Bawaslu Kalsel Iwan Setiawan, dimana pihaknya memberi perhatian dan peringatan keras kepada ASN, TNI-Polri di Kalsel jika terbukti tak netral.

“Intinya kalau ada laporan, segera kami tindak lanjuti. Kami merekomendasikan kepada pejabat yang berwenang, apakah peringatan keras, pemberhentian terhormat atau tidak terhormat. Begitu juga untuk TNI dan Polri agar menjaga netralitasnya,” ungkapnya usai acara pelantikan anggota Panwaslu Kelurahan di Gedung Taman Budaya Kalsel, Rabu (11/4/2018).
Disinggung terkait kerawanan peta kerawanan politik, kini pihaknya memperketat pengawasan di empat kabupaten/kota di Kalsel. Menurut Iwan, Aparatur Sipil Negara (ASN) rawan dimobilisasi calon petahana.

“Fokus kita berbeda manakala di situ ada calon petahana. Netralitas PNS adalah salah satu yang kita fokuskan, karena rawan dimobilisasi,” ungkapnya.

Dirinya pun menjelaskan pihaknya terus melakukan pengawasan berdasar Aturan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) yang mulai berlaku 1 Januari 2018 lalu.

Merujuk surat edaran (SE) Kemenpan RB bertanggal 27 Desember 2017 yang memberlakukan larangan para ASN berswafoto (selfie) atau berfoto bersama dengan calon kepala daerah, kemudian menggungah foto ke media sosial.

“Tak hanya foto bersama, like di media sosial seperti di facebook juga kita awasi. Intinya dalam peraturan ada 7 item yang harus kita awasi, prinsipnya kita panwas bawaslu sudah siap,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Banjarmasin Muhammad Yasran juga berharap, anggota Panwaslu Kelurahan bekerja dengan baik dan profesional dengan penuh tanggung jawab. Yakni, bertugas untuk mengawasi semua tahapan penyelenggaraan pemilihan umum, menerima laporan pelanggaran, menyelesaikan sengketa yang timbul dalam penyelenggaraan pemilu, dan meneruskan temuan-temuan dan laporan yang tidak dapat diselesaikan kepada instansi yang berwenang.

Selain itu, anggota Panwaslu Kelurahan harus siap bertugas tangal 17 April 2018 melakukan coklit pemuktahiran data pemilih. Guna mencocokan serta melakukan daftar pemilih sementara untuk pileg dan pilpres 2019.

“Panwaslu bergerak melakukan coklit secara serentak tanggal 17 April hingga 16 Mei untuk memastikan bahwa para pemilih sudah masuk dalam daftar pemilih. Kegiatan coklit, nantinya juga ada rangkaian kegiatan secara simbolis bersama KPU, Bawaslu Kalsel, dengan mendatangi tokoh masyarakat, gubernur, wali kota, dan Ketua DPRD Kota Banjarmsin dan DPRD Kalsel,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed