oleh

Forum Kerukunan Antar Suku Kutuk Pengeboman Gereja Di Surabaya Dan Poltabes

Aksi pengeboman yang dilakukan terorisme membuat keprihatinan semua pihak, forum lintas suku yang ada di Kalsel menyatakan sikap untuk melawan segala aksi terorisme yang dilakukan. Forum juga meminta masyarakat antar suku, agama tak terpancing dengan isu terorisme yang mengatas namakan agama. Ikrar pernyataan sikap dilakukan oleh 23 perwakilan suku –suku yang berdomisili di Kota Banjarmasin.

Hal tersebut dikatakan Koordinator Forum Lintas Suku di Kalsel, Saut Nathan Samosir, Senin (14/5/2018), agar pemerintah bisa bertindak tegas kepada pelaku-pelaku terorisme yang terjadi saat ini. kalau kami melihat Kalsel masih kondusif, tapi kita berbagai group dan lain-lain kita sudah coba share agar memberikan antisipasi dan waspada supaya tidak terjadi aksi-aksi yang seperti yang terjadi di Jawa Timur maupun di Mako Brimob.

“Kami menyerukan untuk tak takut hadapi aksi teror. Forum meminta ada gerakan lawan terorisme,” katanya.

Dikatakan Samosir, disini kita dari teman-teman dari berbagai suku dan tokoh masyarakat khususnya tinggal diwilayah Kalimantan Selatan mendeklarasikan untuk dukungan kepada teman-teman yang menjadi korban daripada teroris yang terjadi di mako Brimob Polri Jakarta juga yang terjadi di Jawa Timur kemarin dan di Polresta Surabaya tujuannya, agar masyarakat pertama tenang untuk menghadapi semua masalah yang terjadi dengan aksi teroris

“Untuk sementara ini tidak ada gangguan baik yang antar barang ataupun yang terima barang di Jawa Timur, sampai saat ini masih berjalan lancar. Untuk antisipasi karyawan selalu stanby baik itu di halaman, dimana atau didalam kantor sendiri,” ujar Samosir.

Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia Dedi Supriyatna mengatakan, tindakan nyata masyarakat peran serta masyarakat, antisipasi masyarakat terkait dengan tragedi teror baik di Jakarta maupun Surabaya segala keterbatasan, kekurangan, kami rakyar jelata melakukan seperti ini itu pertama secara pribadi ini semacam aspirasi pribadi. Pertama saya melihat tragedi atau kejadian ada di rutan Salemba di Mako Brimob itu penyebab salah satu penyebab adalah kelebihan fasilitas. Pertanyaan saya, semacam aspirasi adakah perangkat hukum yang menghendel, menelusuri dan bertanggung jawab. Karena kita lihat salah satu penyebabnya adalah kelebihan fasilitas apakah ini pembiaran dan siapa yang bertanggung jawab itu pertanyaanya. Itu saya kembalikan adakah perangkat hukum bisa menyelesaikan ini. Berapa kejadian ini melihat respon, reaksi masyarakat dari rakyat sampai presiden sampai uskup agung, alim ulama, Kejaksaan dan Kepolisian semua mengutuk keras, semua menolak.

Dedi mengharapkan, semua elemen dari pemerintah bupati, walikota sampai gubernur segera dengan cepat merespon dan mengelola reaksi masyarakat ini dalam tindakan-tindakan atau program nyata, kongkrit jangan sampai reaksi ini dibiarkan. Segera pemerintah untuk melakukan survey kepada rakyatnya sendiri, seberapa banyak yang tidak tahu tentang pancasila. Berapa jumlah yang tahu mengerti tapi tidak mengamalkan pancasila, seberapa banyak juga yang benar-benar mengerti makna pancasila.

“Saya khawatir kalau dibiarkan dapat menimbulkan sikap apatis dari masyarakat, ini sangat berbahaya menurut saya. Ini sekali lagi aspirasi, kedua kalau ini dibiarkan ini bisa menjadikan reaksi masyarakat ini menjadi bola liar.sehingga bisa melahirkan kekerasan yang baru. Ia mengkonter apa yang terjadi ini, saya berharap pemerintah segera merespon, mengelola reaksi ini, yang ketiga kita tahu ini bersumber dari peran idiologi, beribu-ribu pulau beribu-ribu bahasa, beraneka ragam suku bangsa, beraneka ragam suku dan agama semua bertemu dengan ideologi pancasila,” harap Dedi .

Teks deklarasi
“Turut berbelasungkawa terhadap korban dan yang gugur oleh aksi terorisme, mendukung pemerintah dalam menindak tegas pelaku terorisme, kami dari berbagai suku tidak takut dan akan melawan segala aksi terorisme, masyarakat antar suku dan agama agar tidak terpancing dengan isu terorisme yang mengatas namakan agama, mari bersatu seluruh rakyat Indonesia melawan terorisme.”

ida/inf

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed