oleh

Ambapers Bikin Tol Laut Di Pulau Laut Kotabaru

Direktur Utama PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) Syaiful Adhar mengungkapkan, PT Ambapers yang Tahun notabene perusahaan BUMD milik Pemprov Kalsel yang saat ini fokus di bidang pengerukan dan pengelolaan alur Ambang Sungai Barito Banjarmasin dan fasilitas penunjangnya.

Juga melebarkan sayap, dengan akan menggarap alur sungai di Kapuas, Sampit, Kotabaru (Pulau Laut), Tanah Bumbu serta Jorong Tanah Laut. “Insya Allah, tahun 2018 PT Ambapers akan melakukan kerjasama pekerjaan dengan beberapa daerah untuk mengeruk alur sungai. Untuk di Pulau Laut, akan melakukan pembuatan tol laut. Tapi kami belum bisa menyebutkan nilai kontraknya berapa pembangunan tol laut itu, ” katanya, kemarin.

Kata Syaiful, khusus di Pulau Laut Pemkab Kotabaru, PT Ambapers selain mengerjakan alur, juga akan menjajaki kerjasama bisnis pelabuhan serta pengembangan kawasan industri. “Kami melihat Pulau Laut sangat prospektif,” katanya.
Syaiful optimis, PT Ambang Nusa Persada (Ambapers) terus memberikan kontribusi yang maksimal bagi PAD. Karena beberapa proyek yang akan ditangani oleh PT Ambapers yang berafilisasi dengan PT Pelindo III Banjarmasin dalam menangani alur sungai Barito. Dalam penanganan alur di beberapa pelabuhan nantinya, Ambapers tetap menggandeng Pelindo III.

Soal target, kata Syaiful, dirinya menargetkan kontribusi sebanyak Rp 35 miliar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Selatan pada 2018 bisa mewujudkannya.

Syaiful Adhar, mengklaim realisasi kontribusi PAD sebesar Rp 23 miliar sebagai prestasi luar biasa selama Ambapers berdiri. Ia pun mengatakan sanggup merealisasikan target 2018 asalkan rencana bisnis perseroan berjalan mulus. Syaiful akan mengajukan revisi peraturan daerah, revisi kontrak kerjasama, dan membidik pengelolan alur sungai plus pelabuhan di luar Banjarmasin.

“Saya punya keinginan yang sangat tinggi, menduakalilipatkan (PAD). Target saya termasuk revisi perda, revisi kontrak pihak ketiga, dan pengembangan bisnis kami, termasuk di Sampit. Saya yakin kalau revisi jalan, subjek pungutan baru jalan, bisa mencapai Rp 30-35 (miliar) untuk PAD, belum keuntungan Ambapers juga kami sumbang,” ungkapnya.

yus/inf

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed