oleh

Lulusan Perguruan Tinggi Di Kalsel Didorong Jadi Pengusaha

Kurikulum pendidikan berbasis industri kreatif harus terus didorong di semua perguruan tinggi di Indonesia. Pasalnpendidikan ekonomi kreatif dapat menjadi pendorong terbentuknya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Hal ini dikatakan pengamat ekonomi yang juga dosen STIE Indonesia Budy Roselawaty, Kamis (17/5/2018). Sudah seharusnya institusi pendidikan untuk menyelenggarakan mata pelajaran mengenai industri kreatif. “Pendidikan harus dapat mengakomodir pengembangan industri kreatif. Mahasiswa juga wajib memiliki jiwa entrepreneur sebab seorang wirausaha memiliki kontribusi yang luas bagi semua pihak,” katanya.

Selain itu, institusi pendidikan industri kreatif di antaranya bisa dipadukan lewat kearifan lokal setiap daerah. Makin berkembangnya pendidikan termasuk industri kreatif akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat disatu tempat.
“Kami menyoroti juga bagaimana pengembangan SDM agar bisa meningkatkan ekonomi kreatif dan kontribusi kepada PDRB Kalsel,” paparnya.

Budy melihat, pola pendidikan berbasisi ekonomi kreatif dengan kewirausahaan saat ini dikembangkan di kampus STIE Indonesia. Pola pengembangan bagaimana enterpreneurship tumbuh dikalangan mahasiswa alumni STIE Indonesia.
“Diharapkan jiwa kewirausahaan yang kuat, para mahasiswa tidak akan lagi berpikir bagaimana mencari kerja. Mereka akan berpikiran, bagaimana bisa menciptakan peluang kerja dan bahkan lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.
Budy mengatakan, jika setiap lulusan perguruan tinggi memiliki jiwa kewirausahaan maka sektor riil di Kalsel semakin berkembang pesat.

“Jika sektor riil meningkat, otomatis kesejahteraan masyarakat semakin baik, dan pertumbuhan ekonomi akan bergerak,” katanya.

Dia menjelaskan penciptaan peluang usaha sendiri, akan mampu mengurangi angka pengangguran di daerah. Dalam kurun lima tahun terakhir ini, kata Budy, STEI Indonesia sudah melakukan pembinaan untuk mahasiswa agar bisa menciptakan produk yang bisa mereka jual. Dan kemudian cara memasarkan dengan efektif.

“Kami mendorong mahasiswa memasarkan lewat e-comerce dengan memaksimalkan pemasaran lewat dunia maya,” ucapnya.
Sudah banyak mahasiswa STIE yang kreatif mengembangkan jiwa kewirausahaannya, guna memaksimalkan kewirausahaan dikalangan mahasiswa. STIE melakukan kerjasama dengan Himpunan Pengusaha Kecil Menengah Indonesia (Hipmikindo) Kalsel.

ida/inf

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed