oleh

Cipta Megah Utama Prioritaskan Kualitas dan Kontruksi

Pada sebuah bangunan rumah dan gedung, rangka bangunan merupakan struktur pendukung utama yang harus diperhatikan oleh setiap calon pembeli rumah baru.

Khusus bangunan rumah permanen, rangka bangunan dibuat dari konstruksi beton bertulang dengan dinding dari pasangan bata atau batako. Rangka bangunan memiliki beberapa syarat, agar kokoh.

Hal ini dibenarkan Wahyu Utomo, Direktur Utama PT Cipta Megah Utama, menyimpulkan, setidaknya terdapat empat syarat yang harus diperhatikan dalam membuat rangka bangunan:

Kata Wahyu, yang sudah berpengalaman dipercaya membangun gedung dan kantor milik Polda Kalsel serta beberapa bangunan lainnya di Kalsel memberi masukan. Untuk rangka bangunan harus mempertimbangkan kestabilan yang mantap, untuk memberikan bentuk yang permanen dan mampu mendukung konstruksi atap rumah.

Rangka bangunan bisa memberikan keindahan yang anggun dan artistik. Rangka bangunan dapat memberikan kenyamanan tinggal bagi penghuninya. Rangka bangunan menggunakan bahan yang banyak terdapat di lokasi pekerjaan, agar harga bangunannya menjadi murah.

“Untuk bangunan rumah tidak bertingkat yang dinding-dinding penyekatnya dari pasangan bata, harus diberi perkuatan konstruksi beton bertulang praktis, seperti balok sloof, kolom praktis dan balok atas (balok keliling, ringbalk),” ujar pria murah senyum ini.

Beberapa bangunan yang sudah dikerjakan PT Cipta Megah Utama yang berkantor di Kota Banjarbaru Kalsel ini yakni, bangunan Media Center Humas Polda Kalsel yang terlihat artistik dan megah, yang dresmikan oleh Waka Polri Komjen Syafruddin, Kamis (24/5/2018), bangunan JTT Sungai Danau milik pengusaha tambang H Noorhin, dll.

Wahyu mengatakan, pemakaian konstruksi beton bertulang praktis pada bangunan tidak bertingkat dipilih sebagai bahan terbaik untuk tipe rumah yang kerap terjadi gempa, seperti Indonesia. Taukah Anda, dalam proses pemasangan bata harus memenuhi standar yang benar?

Pemasangan bata harus memenuhi lima hal yang harus diperhatikan, antara lain, ata harus dibasahi sampai gelembung udara dalam bata ke luar semua.  Tidak boleh ada perekat tegak yang merupakan satu garis lurus dari bawah sampai ke atas, untuk pasangan ½ batu selisih perekat tegak ½ batu, untuk pasangan 1 batu selisih perekat tegak ¼ batu.

Bata potongan yang kurang dari ½ batu sebaiknya tidak dipakai lagi, tidak memasang bata lebih dari 1 meter setiap harinya.  Untuk memperoleh pasangan bata yang tegak dan lurus dipakai bantuan batang kayu yang dipasang berdiri tegak lurus pada kedua tepinya.

Untuk membuat dinding pasangan bata menjadi halus, rapi dan bersih, dapat ditutupi dengan lapis penutup yang disebut plesteran. Bahan campuran untuk plesteran dibuat sama dengan bahan untuk pasangan batanya.

Pada plesteran tepi atau sponneng harus dibuat dengan campuran semen-pasir dengan perbandingan 1:2, agar kuat dan tidak mudah rusak oleh benturan dengan benda lain.

 

Pada dinding luar harus digunakan cat tembok yang tahan pengaruh cuaca luar agar tidak mudah mengelupas dan luntur. Selain dengan cat tembok plesteran dapat juga diberi lapis coraltex (batu-batu lembut berwarna) atau dicat semprot bemotif.

Langit-langit atau plafon adalah lapisan yang membatasi rangka bangunan dengan rangka atap. Fungsinya antara lain sebagai batas tinggi suatu ruangan, penangkal panas, atau meredam suara air hujan yang jatuh di atas atap, terutama pada penutup atap dari logam, sebagai tempat untuk menggantungkan bola lampu, dan untuk meletakkan kabel-kabel listrik di bagian atasnya.

Untuk daerah tropis tinggi plafon jangan dibuat terlalu rendah, sebaiknya dibuat tiga meter atau lebih, agar sirkulasi udara lancar, sehingga udara dalam ruangan tidak menjadi pengap dan panas. Untuk seluruh ruangan, tinggi plafon dapat dibuat sama, tapi bila menghendaki suasana yang akrab, tinggi plafon dibuat rendah saja, misalnya pada ruanga keluarga atau ruang tamu.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed