oleh

Disperindag Gencar Promo Di Luar Daerah

Upaya memperkuat peluang pasar dalam negeri dan mengoptimalkan sektor perdagangan antar pulau dan antar provinsi dapat mencapai hasil yang ditargetkan pada rencana peningkatan perdagangan dalam negeri. Salah satu upaya Disperindag Kalsel untuk memperkuat sektor perdagangan.

Menurut Kepala Disperindag Kalsel Birhasani, Senin (28/5), beberapa strategi Disperindag Kalsel dalam meningkatkan potensi business to business antar pulau. Juga melalui berbagai pameran yang diselenggarakan oleh di beberapa daerah di Indonesia. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Selatan terus mendorong hasil produksi Sumber Daya Alam (SDA) dari hasil hutan dan perkebunan bisa dikenal dan dibeli di kancah nasional dan mancanegara. Salah satu upayanya agar produk Kalsel dikenal,  dengan aktif mengikuti even perdagangan dan expo di luar daerah.

“Dilakukan Disperindag Kalsel dengan mengikuti Pameran dan Misi Dagang Jatim yang telah diselenggarakan mulai 27-30 April lalu di Grand City Surabaya. Ada enam pelaku usaka kecil dan menengah kita bawa ikut pameran di Surabaya, produk hasil hutan dan kebun Kalsel banyak diminati,” katanya.

Dikatakan Birhasani, dalam kegiatan pameran tersebut berhasil melakukan MoU dan teken kontrak selama 1 tahun senilai Rp65 miliar. Keenam pelaku usaha kecil Kalsel yang merupakan binaan Disperindag Kalsel yaitu, teh gaharu, kayu manis, kayu bakar, arang, sasirangan, kerajinan tikar purun dan beras khas Banjar.

“Dengan adanya kerjasama misi dagang para pelaku usaha di Kalsel semakin bergairah untuk mengembangtkan hasil produksinya baik hasil hutan, perkebunan. Hasil kerajinan, sasirangan juga akan terus kita dorong dipromosikan ke seluruh nusantara serta rencananya ke beberapa negara di Asia,” jelasnya.

Birhasani mengatakan, Disperindag Kalsel melakukan jemput bola menawarkan produk-produk unggulan yang dimiliki Kalsel. Untuk bisa dijual ke luar daerah di Indonesia dan mancanegara. Keaktifan Kalsel mengikuti kegiatan yang memang diinisiasi Kementerian Perindustrian dan Perdagangan ini, salah satu di antaranya adanya pembinaan dan pengawasan. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya yakni adanya koordinasi dan kerjasama yang terus terbangun antara pelaku usaha dengan aparatur pemerintah di daerah serta stakeholder lainnya.

“Dalam pameran tersebut, sebanyak 100 peserta mengisi 130 stan pameran. Peserta tersebut berasal dari beberapa provinsi mitra seperti Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Riau, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, NTT, NTB, Maluku dan Maluku Utara,” paparnya.

Materi yang dipamerkan seperti kerajinan khas daerah baik fashion, batik, kerajinan, perhiasan, kayu, kulit dan tekstil. Sedangkan untuk makanan bisa oleh-oleh khas daerah dan untuk komoditas daerah meliputi hasil perkebunan, perikanan, pertanian, serta pariwisata. ida/inf

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed