oleh

Bangsa Indonesia Sebagai Bangsa Yang Demokratis

Martapura,Info Banua.Anggita MPRRI Asal Kalimantan Selatan Antung Fatmawati menggelar Sosialisasi Empat Pikar Kebangsaan bersama masyarakat dan tokoh Desa Malintang Kecamatan Gambung,Kabupaten Banjar,Senin(11/6/2018).

Perjalanan Bangsa Indonesia telah mengalami proses yang panjang dari awal terbentuk hingga pada masa sekarang ini. Semua proses baik dan buruk telah dilalui, mulai dari pemberontakan, separatis, perlawanan, hingga kudeta politik.

Setiap proses inilah yang membuat bangsa kita semakin kuat dan memberikan ruang untuk lahirnya ideologi – ideologi baru yang mendukung penguatan NKRI,tegas Antung Fatmawati.

Kita masih ingat awal mula era reformasi, era awal mula dimana kita benar – benar memulai untuk melaksanakan proses demokrasi pasca lengsernya presiden Soeharto. Kita baru dapat melaksanakan pemilihan presiden secara langsung. Dari sinilah masyarakat Indonesia belajar dan memahami arti demokrasi yang sebenarnya,kata Antung Fatmawati.

Menurutnya negara kita adalah negara yang sangat menjunjung tinggi nilai -nilai demokrasi pancasila yang sudah dirumuskan dan disahkan oleh para pendiri pendiri bangsa ini. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita sebagai warga negara Indonesia mewujudkan nilai nilai tersebut agar tidak luntur dan dihindarkan dari terbentuknya bangsa yang kehilangan identitas.

Proses liberalisasi serta masuknya budaya dari negara-negara asing sebenarnya merupakan salah satu ancaman yang membuat bangsa indonesia kehilangan identitasnya. Ancaman-ancaman tersebut dapat saja menimbulkan dampak yang mana membuat masyarakat menjadi enggan untuk berdemokrasi. Hal-hal tersebut sudah sepantasnya diantisipasi oleh negara,jelasnya.

Oleh karena itu negara dan setiap warga negara bersama – sama bahu – membahu dalam mengisi kemerdekaan dan kehidupan demokrasi pancasila yang kita anut. Negara dan masyarakat merupakan suatu komponen yang tidak dapat dipisahkan. Baik itu pengaruhnya, peran serta, dan filosofi bernegara yang saling melengkapi satu sama lain. Sebagai pelaku demokrasi, negara dan filosofinya menjadi sebuah ideologi yang mengilhami dan mengawasi sistem demokrasi yang digerakkan oleh setiap elemen dan komponen yaitu marga masyarakat Indonesia dari semua golongan. Inilah yang menjadi semangat untuk berdemokrasi.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed