oleh

FKIP ULM Banjarmasin Gelar Pelatihan Penugasan Dosen di Sekolah

FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kota Banjarmasin terus mendorong agar tenaga pengajar di Kalsel memiliki kompetensi dan kemampuan dalam hal menulis karya ilmiah. Untuk itu pihaknya melakukan program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) berupa pelatihan pembelajaran, media, dan bahan ajar.

Hal itu dikatakan Ketua Pelaksana Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) FKIP ULM Banjarmasin, Hamsyi Mansur, mengatakan kegiatan workshop bertujuan membentuk kolaborasi di antara dosen, guru SD dan SMP dalam hal teknik pengajaran sesuai tingkatannya.
“Salah satunya PDS FKIP ULM melakukan pendampingan kepada para guru, baik menyusun bahan ajar serta membuat karya ilmiah. Guru memang dituntut untuk bisa menulis dan mengembangkan skill dan profesionalismenya,” kata Mansur, usai pelatihan pembelajaran, media, dan bahan ajar Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) yang digelar FKIP ULM Banjarmasin, Jumat (6/7/2018).

Rektor ULM Banjarmasin Sutarto Hadi didampingi Dekan FKIP ULM Wahyu MS mendukung sepenuhnya kegiatan Penugasan Dosen ke Sekolah (PDS) yang baru pertama kali dilakukan oleh ULM Banjarmasin. Selain itu, Sutarto mendorong pelatihan menulis bagi guru lebih diintensifkan.

Materi penulisan bisa meliputi kebijakan pemerintah tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, menyusun best practice, format menyusun buku, kegiatan editing dan menyusun buku untuk kenaikan tingkat, serta kiat mengurus ISBN dan hak atas kekayaan intelektual.

“Pelatihan menulis tidak bisa diputus hanya dalam waktu tertentu. Harus ada lanjutannya supaya guru benar-benar dapat menghasilkan karya sesuai standar. Dua minggu kemudian, pelatihan kembali diadakan dan itu sangat membantu para guru,” katanya.
Sutarto menuturkan guru inspiratif harus mampu menggerakkan alam berpikir, sikap, perilaku, dan lingkungan lewat karya yang dihasilkan. Dengan mengembangkan budaya literasi dan penyusunan karya tulis, ia optimis guru akan mampu mengembangkan profesionalitasnya. “Jika guru ingin naik pangkat, maka menulislah,” kata Sutarto.

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menemukan masih banyak guru SD dan SMP di Kota Banjarmasin belum mahir menulis karya tulis ilmiah. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin M Syarwani, terus mendorong para guru di Kota Banjarmasin piawai menulis ilmiah dan populer.

Menurut dia, dari 3 ribu guru SD dan SMP di Banjarmasin, baru 100-an guru yang mahir menulis ilmiah. “Hal ini sebuah persoalan yang harus segera dipecahkan. Untuk itu guru harus bisa menulis untuk itu harus dibekali kemampuan tulis menulis,” kata M Syarwani.
Syarwani berkata karya tulis ilmiah tidak sekedar menjadi syarat kenaikan golongan, melainkan turut meningkatkan mutu guru dan pendidikan. Melalui tulis menulis, guru bisa meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Sebab, kata Syarwani, guru akan terdorong mengumpulkan bahan tulisan dari berbagai sumber terkait materi yang ditulis.

Syarwani mengakui mutu guru di Kota Banjarmasin harus terus ditingkatkan, salah satunya lewat bimbingan teknis secara berkelanjutan. Para guru bisa menulis dengan mengirimkan materi ke media cetak dan online. “Jadi guru harus meningkatkan profesionalisme dalam literasi. Itu yang menjadi dasar diadakannya pelatihan tulis menulis,” katanya.

Syarwani mengakui, menghasilkan karya tulis ilmiah memang tidak mudah, mengingat beban kerja tenaga pendidik sudah berat, baik dalam proses belajar mengajar maupun perannya di masyarakat. Alhasil, tenaga pendidik harus mempunyai kemampuan menghasilkan karya ilmiah sebagai persyaratan naik pangkat maupun golongan.

mhs/ida

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed