oleh

Produksi Padi Kalsel Naik Terdongkrak Pencetakan Sawah

Kalimantan Selatan sempat khawatir dengan tergerusnya ribuan hektar lahan sawah potensial di kawasan kabupaten Banjar,Barito Kuala dan Tanah Laut yang dikenal kawasan Banjarbakula kawasan industri dan perumahan berdampak luas terhadap produksi padi.Namun berkat pencetakan sawah baru mulai tahun 2016 seluas 4000-an hektar dan intensifikasi produksi melalui teknologi pertanian,tahun 2018 mampu memproduksi padi 2,4 juta ton dari luas tanam 600-an ribu hektar pertahun.Kalimantan Selatan tahun tanam Oktober – Maret (Okmar) 2017/2018 produksinya naik ditopang budidaya padi unggul produksi tinggi.

Demikian Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hotikultura (BPTPH) Kalimantan Selatan Ir Faried Fakhmansyah M, mewakili Kepala Dinas TPH profinsi Kalimantan Selatan, Rabu (8 /8//2018), berkaitan dengan ditunjuknya Kalsel sebagai lokasi Hari Pangan Sedunia (HPS ) yang diselenggarakan Oktober 2018 mendatang. Kata Faried. Kalimantan Selatan saat ini berhasil memproduksi padi 2,4 juta ton stara beras. Bila diasumsikan kebutuhan pangan/beras 130 kg/Kapita pertahun dengan jumlah penduduk 4 juta jiwa ,membutukan beras 900 ribu ton ,maka Kalsel surplus padi 1,5 juta ton yang disalurkan ke luar Kalsel.DipercayanyaKalimantan Selatan sebagai pusat kegiatan HPS tahun 2018 tidak datang begitu saja, tetapi kata mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebuna kabupaten Hulu Sungai Tengah itu.

“Hasil penilaian kementerian pertanian setelah adanya fakta lapangan dari 9 profinsi penyangga pangan nasional.Dengan alasan Kalsel mempunyai luas lahan pertanian potensial,dipadu oleh visi dan misi gubernur Kalsel Sahbirin Noor(Paman Birin) bahwa Kalsel “Mapan” yakni Mandiri Terdepan lebih sejahtera berkeadilan dan bersaing yang salah satu program kerjanya menjadikan Kalsel sebagai sentra pangan.Hal ini menjadi patokan untuk terus bergerak konsentrasi dibidang pertanian didukung SDM yang berinovasi,” katanya.

Faried mengatakan, kedepan Kalsel akan mengembangkan dunia pertanian pangan dan hortikultura terutama padi jagung dan kedelai,mengingat pangan adalah kebutuhan kedua setelah bernafas (artinya hidup membutuhkan makanan). Pokok utama penyediaan pangan yang cukup Negara Indonesia tidak lagi ada ketergantungan impor. Pengadaan pangan yang terus bersaing dan berkembang. Kementerian Pertanian bekerjasama denganTNI, karena pertahanan negara harus diperkuat ketahanan pangan untuk membangun bangsa yang kuat dan berdaulat.

Keteguhan Kalsel terus berupaya meningkatkan produksi pangan juga diperkuat Peraturan Presiden Nomor 32 tahun 2011 tambah Faried, tentang master plant percepatan pembangunan Indonesia bahwa Kalimantan Selatan sebagai lumbung pangan.

Data renstra pangan Kalsel tahun 2018 luas tanam padi 600 ribu hektar,jagung 100 ribu hektar,kedelai 50 ribu hektar,untuk horti tanaman tahunan kebun durian 1700 hektar, jeruk 1500 hektar pisang 2200 hektar. Tanaman semusim bawang 600 hektar, cabai 3500 hekta setiap tahun. Data ini pungkas Faried, Kalsel sudah bisa disebut daerah mandiri pangan.

Sementara ketua Komisi llDPRPD Kalimantan Selatan Dr.Ir .Danu Ismadi Saderi MS,
menggarisbawahi masalah imprastruktur pertanian yang masih kurang dan yang sudah ada malah jadi hilang. Sebagai contoh kata mantan Kepala BPTP Kalsel ini, saluran-saluran air menuju sawah potensial sekarang banyak ditutup akibat bangunan bangunan ruko maupun pergudangan sehingga air sangat kurang apabila musim kemarau dan banjir dimusim hujan. Diperparah lagi oleh menjamurnya pemukiman- pemukiman yang dibangun pengembang dengan jarak bangun kurang dari 1000 meter dari titik tengah jalan negara sebagaimana tertuang dalam peraturan daerah Kalimantan Selatan ucap Danu.

Ayi Kuswana

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed