oleh

Kabupaten Banjar Berhasil Kembangkan Bawang Merah

Kabupaten Banjar adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan. Terkenal dengan julukan Bumi Kindai limpuar karena produktivitas padinya berlimpah ruah, Kabupaten Banjar melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar terus berupaya untuk melakukan diversifikasi tanaman budidaya tidak hanya padi dan komoditas lain yang sudah menjadi unggulan Kabupaten yang terkenal sebagai serambi mekkah ini.

Baru-baru ini Kabupaten Banjar mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian RI melalui Dinas TPH Provinsi Kalimantan Selatan berupa kegiatan demplot pengembangan Budidaya bawang merah di Kabupaten Banjar. Bantuan ini untuk mendukung program UPSUS Baberuk (Upaya Khusus untuk meningkatkan produksi bawang, cabe, dan Jeruk) kalau untuk cabe dan jeruk di Kabupaten Banjar produktivitasnya cukup tinggi, tetapi untuk bawang salah satunya bawang merah Kabupaten Banjar belum diusahakan secara khusus, berawal dari sinilah Kabupaten Banjar melaksanakan kegiatan pengembangan budidaya bawang merah seluas 4 Ha yang tersebar di 3 kecamatan yakni Sei tabuk seluas 1 ha, Simpang Empat 2 Ha, dan Sei Pinang 1 Ha. Paket bantuan yang diterima berupa pupuk cair dan Benih Bawang merah Varietas Bima Brebes sebanyak 800 kg/Ha selebihnya swadaya petani.

Bawang merah varietas Bima Brebes tersebut tumbuh subur di lahan perbukitan (dataran tinggi), dan ditanam saat musim kemarau. Meskipun baru di ujicoba, namun hasilnya cukup mengembiraan bagi petani yang tergabung dikelompok tani Sri Rezeki desa Kahelaan Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas TPH Kabupaten Banjar Ir H Muhammad Fachry MP, Minggu (2/8), bahwa dengan keberhasilan Pa udi dan Hadi laksono selaku anggota kelompok Tani Sri Rezeki mengembangkan bawang merah tidak menutup kemungkinan Bawang merah akan menjadi Komoditi Hortikultura golongan sayuran terbaru di Kabupaten Banjar.

Ditambahkan fachri, berdasarkan informasi petani petani setempat, modal yang dikeluarkan untuk budidaya bawang merah seluas 1 Ha sebesar Rp50.560.000 untuk masalah pemasaran tidak ada masalah dan harga cukup baik yakni Rp15.000/kg untuk harga dipetani, sehingga potensi hasilnya sekitar Rp90.000.000, apalagi kalau dipanen umur 75 HST kemungkinan hasilnya sekitar 7 – 8 Ton/Ha, mengingat potensi hasil Bawang merah Varietas Bima Brebes sesuai diskripsi varietas sekitar 9,9 ton/ha.

Mantri tani di kecamatan Sei Pinang M Muctar Luffi SP melaporkan, bahwa tanam perdana bawang merah ini pada tgl 26/6/18 dan dipanen pada 19/8/18. Di lahan seluas 1 Ha ini didapatkan 6 ton bawang merah. Menanggapi hal tersebut fachry mengaku sangat gembira dengan hasil panen ini, walaupun panennya lebih cepat yakni 65 HST (hari setelah tanam), karena petani setempat khawatir tanaman bawangnya terserang penyakit moler (layu fusarium) sehingga panennya lebih cepat. Seandainya bisa dipertahankan hinggs 75 HST saya yakin hasilnya akan lebih banyak lagi, karena satu rumpun bawang merah hasil panennya mencapai satu ons dengan warna yang lebih merah dan lebih besar. Hal ini menjadi kebanggaan kita semua.

“Selaku Penyuluh Pertanian sekaligus Mantri Tani Di Kecamatan Sungai Pinang, Luffi menerangkan bahwa uji coba pertama kali dilakukan dilahan seluas 1 Ha dan berhasil baik, karena ini dinilai berhasil, maka akan dikembangkan di lahan yang lebih luas lagi serta memerlukan perawatan yang lebih intensif,” jelas Luffi.

Mendengar kabar tersebut Bupati Banjar H Khalillurahman bersyukur, atas keberhasilan panen bawang merah di Kecamatan Sungai Pinang, Bupati mengatakan ini menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk mengembangkan budidaya bawang merah.

“Dengan keberhasilan pengembangan budidaya bawang merah ini, Kabupaten Banjar mampu mencukupi kebutuhan Kabupaten Banjar sendiri, kebutuhan untuk Kalsel, dan menyediakan bawang merah yang berkualitas ekspoort untuk pasar luar negeri, “ Tandas Bupati

Ayi Kuswana/inf

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed