oleh

Kalimantan Selatan Mengalami Inflasi Sebesar 0,03 Persen

BANJARMASIN – Bulan Agustus 2018, di Kota Banjarmasin terjadi Inflasi sebesar 0,11 persen. Laju inflasi kalender tahun 2018 (Agustus 2018 terhadap Desember 2017) sebesar 1,67 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 2,19 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain tarip parkir, sepeda motor, ikan kembung/gembung, mie, ikan patin

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalsel, Ir Diah Utami MSc, Senin (3/9/2018), di Kota Tanjung, pada Bulan Agustus 2018 mengalami deflasi sebesar 1,09 persen. Laju inflasi kalender Tahun 2018 ( Agustus 2018 terhadap Desember 2017 ) terjadi inflasi sebesar 2,23 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 2,86 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kota Tanjung antara lain: kacang panjang, daging ayam ras, jagung manis, cabai rawit, beras.

“Inflasi di Kota Banjarmasin bulan Agustus 2018 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,02 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,74 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,14 persen, kelompok perumahan, air,listrik,gas & bahan bakar sebesar 0,08 persen, kelompok sandang sebesar 0,18 persen,” jelas Diah.
Diah menerangkan bahwa, kelompok kesehatan sebesar 0,44 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,65 persen. Kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain tarip parkir, sepeda motor, ikan kembung/gembung, mie, ikan patin. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain: angkutan udara, telur ayam ras, daging ayam ras, ikan gabus, telepon seluler.

“Dari 82 kota yang menghitung indeks harga konsumen, tercatat 30 kota mengalami inflasi, Inflasi tertinggi di kota Tarakan sebesar 0,62 persen, dan terendah di kota Padangsidimpuan sebesar 0,01 persen, dan 52 kota mengalami deflasi, deflasi tertinggi dikota Bau-Bau sebesar 2,49 persen, terendah kota Jember sebesar 0,01 persen,” kata Diah.

Ida/inf

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed