oleh

Nilai Tukar Petani Kalsel Naik 0,40 Persen

Pada Agustus 2018 Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Selatan tercatat 94,40 atau naik 0,40 persen dibanding NTP Juli 2018 yang mencapai 94,02. Kenaikannya NTP ini disebabkan indeks harga yang dibayar petani turun 0,39 persen, sementara indeks harga yang diterima petani tidak mengalami perubahan dari bulan Juli 2018.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik Provinisi Kalsel, Ir Diah Utami MSc, Senin (3/9) bahwa Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalimantan Selatan Agustus 2018 sebesar 102,58 atau turun sebesar 0,18 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya yang mencapai 102,76. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani dimana komponen hanya terdiri dari Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).

Menurut Diah, rata-rata harga gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani turun 1,14 persen, dari Rp 4.971,03 per Kg di bulan Juli 2018 menjadi Rp 4.914,33 per Kg di bulan Agustus 2018. Begitu juga harga gabah di tingkat penggilingan turun 1,23 persen dari Rp 5.070,58 per Kg di bulan Juli 2018 menjadi Rp 5.008,05 per Kg di bulan Agustus 2018.

“Dengan dikeluarkannya konsumsi dari komponen indeks harga yang dibayar, NTUP dapat lebih mencerminkan kemampuan produksi petani, karena yang dibandingkan hanya produksi dengan biaya produksinya,” ungkap Diah.
Diah menjelaskan, pada bulan Agustus 2018 di daerah perdesaan Kalimantan Selatan mengalami deflasi sebesar 0,57 persen, dimana indeks harga kelompok bahan makanan turun sebesar 1,67 persen, walaupun kelompok lainnya terjadi kenaikan berkisar 0,04 – 0,30 persen.

Sementara itu lanjut Diah, indeks hasil produksi tidak mengalami perubahan. Dimana indeks konsumsi rumah tangga terjadi turun sebesar 0,57 persen dan indeks BPPBM naik 0,19 persen. Jika dilihat masing-masing subsektor pada Agustus 2018, terjadi kenaikan nilai NTP sebanyak 4 subsektor yaitu subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, subsektor peternakan dan subsektor perikanan. Sedangkan subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan nilai NTP.

ida/inf

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed