oleh

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Selatan 2017 Kategori Sedang

IDI adalah indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi, yaitu Kebebasan Sipil, hak-H-hak politik dan lembaga demokrasi. Metodologi penghitungan IDI menggunakan 4 sumber data yaitu review surat kabar lokal, review dokumen misalnya Perda, Pergub, Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Kalimantan Selatan 2017 mencapai angka 76,25 dalam skala 0 sampai 100. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan angka IDI 2016 yang sebesar 73,43. Capaian kinerja demokrasi Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan berada pada kategori “sedang”.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalsel, Ir Diah Utami MSc, dalam jumpa pers bulanan. Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Kalimantan Selatan tahun 2017 mencapai 76,25 dalam skala indeks 0 sampai 100. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan IDI 2016 yang capaiannya sebesar 73,43. Kondisi ini menunjukan bahwa tingkat demokrasi di Kalimantan Selatan masih berada pada kategori “sedang”.

Diah mengatakan, IDI Kalimantan Selatan dari tahun 2009 hingga 2017 mengalami fluktuasi. Sejak pertama kali dilakukan penghitungan IDI pada tahun 2009, capaian IDI di Kalimantan Selatan hanya sebesar 66,63. Selama periode 2009-2012, nilai IDI Kalimantan Selatan menunjukan kecenderungan mengalami penurunan, bahkan hingga mencapai nilai terendah pada tahun 2012 sebesar 61,13. Sejak tahun 2013, angka IDI Kalimantan Selatan terus mengalami kenaikan hingga mencapai momen tertingginya pada tahun 2017.

“Fluktuasi angka IDI memberikan cerminan dinamika situasi demokrasi di Indonesia di Provinsi Kalimantan Selatan. IDI sebagai sebuah alat ukur perkembangan demokrasi yang khas Indonesia dirancang untuk sensitif terhadap naik-turunnya kondisi demokrasi. IDI disusun secara cermat berdasarkan kejadian sehingga potret yang dihasilkan merupakan refleksi realitas yang terjadi,” jelas Diah.

Diterangkannya, nilai aspek Kebebasan Sipil tahun 2017 sebesar 60,16. Aspek ini sedikit mengalami penurunan 0,88 poin dibandingkan capaian tahun 2016 yang sebesar 61,04. Penurunan juga terjadi pada aspek hak-hak politik, pada tahun 2017 aspek hak-hak politik sebesar 81,09 atau mengalami penurunan 2,49 poin. Kenaikan terjadi pada aspek Lembaga Demokrasi yang pada tahun 2017 mencapai 88,79 atau meningkat 15,90 poin dibandingkan tahun 2016 yang sebesar 72,89.

“Pada tahun 2017 aspek Kebebasan Sipil termasuk pada kategori “sedang” sementara aspek aspek Hak-Hak Politik dan aspek Lembaga Demokrasi telah berada pada kategori “baik” Klasifikasi tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga kategori kata Diah,yakni “baik” (indeks > 80), “sedang” (indeks 60 – 80), dan “buruk” (indeks < 60),” ungkap Diah. Ida/inf

Komentar

Tinggalkan Balasan