oleh

Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Berdayakan Pemandu Wisata

Kalsel sudah memiliki ragam kekayaan alam berupa sumber daya alam dan buatan yang dijadikan objek dan daya tarik wisata dimana keberadaannya tersebar di beberapa kabupaten kota di wilayah provinsi Kalsel. Sumber daya tersebut perlu di manfaatkan secara maksimal melalui penyelenggaraan kepariwisataan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan, memperluas, memeratakan kesempatan dan lapangan kerja. Upaya mencapai keberhasilan penyelenggaraan kepariwisataan satu-satunya para pemandu pariwisata yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke banua kalsel baik itu wisatawan lokal, nusantara maupun wisatawan manca negara.

Hal tersebut dikatakan Nellawati Kepala bidang industri kelembagaan pariwisata. Provinsi Kalsel, disela-sela kegiatan pelatihan pemandu wisata Kalsel Tahun 2018 dengan tema pengenalan pelaku pariwisata bidang kepramuwisataan pengembangan kerjasama pelaku pariwisata melalui profesionalitas pemandu wisata, Kamis (6/9/2018). Kegiatan pemandu wisata ini sebenarnya adalah bagian program kegiatan kementerian wisata yang pada tahun 2018 kementerian pariwisata lebih menekankan pada peningkatan kualitas SDM di masyarakat salah satunya adalah pelatihan pemandu wisata bagi masyarakat usaha, pelaku langsung masyarakat.

Nella mengatakan, peserta yang hadir ini ada dari himpunan Peramu Wisata Indonesia (HPI), ada dari Sahabat Bekantan Indonesia, juragan kelotok, para pelaku usaha pariwisata, Akparnas akademi pariwisata nasional yang ada di Banjarmasin, Sekolah Menengah Kejuruan yang ada jurusan pariwisata, seluruhnya berjumlah 125 orang. Narasumber yang hadir dari Kementerian Pariwisata RI, Fransiscus Handoko SSP MSi .

“Tanggung jawab pembangunan kepariwisataan di daerah tidak hanya terletak pada pemerintah daerah semata, namun sangat diperlukan keterlibatan masyarakat dan peran swasta yaitu para pengusaha pariwisata khususnya pada hari ini para pemandu wisata atau calon pemandu wisata. Sehingga pada saatnya nanti diharapkan, para pemandu wisata mempunyai kompetensi dalam melayani wisatawan yang didahului dengan pemahaman tentang dasar-dasar kepramuwisataan, teknik-teknik dasar sadar wisata serta sapta pesona,” jelas Nella.

Dijelaskan Nella, seiring dengan program prioritas dari kementerian Kepariwisataan sebenarnya jadi selain pemandu wisata ini ada homestay, ada peningkatan kapasitas para pelayan rumah makan dan restoran jadi kami mengumpulkan masyarakat kurang lebih 1000 orang masyarakat pelaku usaha pariwisata yang terkait. Salah satunya yang unik bagi juragan kelotok jadi bagaimana melayani pelaku dengan ramah agar wisatawan itu bisa betah di banua kita. Tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepariwisataan dan produk-produksifitas bidang pemandu wisata dalam rangka membangun kemitraan dan pengembangan sumber daya manusia dan profesionalisme di bidangnya serta sumber daya pembangunan di daerah khususnya pembangunan industri pariwisata di kalsel.

Harapan Nella, mudah-mudahan pertemuan pada ini bermanfaat dan keluaran dari sini mereka mendapatkan ilmu sehingga berkualitas bisa menjadikan minat menjadi gaet. Gaet itu cukup menjanjikan juga walaupun salah satunya menguasai bahasa asing. Nanti setelah mereka mendapat ilmu informasi dan sebagainya, karena ini sistem sertifikasi sekarang ada di uji lagi jadi tidak serta merta mendapat kerjaan. Yang benar-benar memenuhi persyaratannya akan ikut ujian sertifikasi. Itulah baru benar-benar jadi nanti pekerjaan bagi mereka yang berminat.

“Visi pemerintah kalsel tahun 2016 sampai tahun 2021 Kalsel MAPAN artinya mandiri dan terdepan, lebih sejahtera, berkeadilan, mandiri dan berdaya saing. Guna mencapai visi dimaksud dalam bidang ekonomi daerah yang bersumber daya lokal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan salah satu strategi yang di upayakan didukung transformasi ekonomi
tersebut adalah pengembangan pariwisata unggulan menuju Kalsel sebagai destinasi wisata nasional,” jelas Nella.

ida/inf

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed