oleh

Petani Beruntung Baru Pasrah Hasil Panen Turun 40 Persen

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) kecamatan Beruntung Baru Jami’i didesa Babirik Paharangan saat ditemui, Sabtu (15/9/ 2018), mengatakan, hasil panen Bulan April sampai dengan September (Apsep) 2018 turun antara 40 sampai 50 persen karena sebagian besar luas panen terserang tungro pada masa generative sebulan setelah tanam.

Dari 4000 hektar luas tanam yang biasanya tanpa OPT yang mematikan bisa mencapai 12.000 ton Gabah Kering Giling (GKG), tahun ini diperkirakan kehilangan sekitar 40 persen atau sekitar 5000 ton.

Fakta dilapangan tutur Jami’i hasil panen pada lahan yang tidak terkenal tungro mencapai antara 8 sampai 10 blek perborongan sedangkan yang terkena tungro hanya 4 blek perborongan, bahkan ada yang 2 blek atau nihil sama sekali karena pernah segala upaya dilakukan namun tak kunjung membaik sehingga dibiarkan terlantar seperti banyak lahan di desa Tambak Padi.

Di desa Babirik Paharangan saja, tambah Jami’i sekitar 200 hektar terkena hanya 50 persen yang normal dipanen. “Contohnya lahan 20 borongan milik sekretaris KTNA Beruntung Baru Jamsi, bila yang tidak terkena dapat 180 blek, sementara yang terkena dengan luas yang sama hanya dapat 15 blek saja,” keluhnya.

Pada masa tanam antara bulan Oktober-Maret nanti ucap Jami’i petani sudah sepakat anjuran dinas pertanian kabupaten menanam varietas unggul berkolaborasi dengan lokal. Namun karena dilahan tadah hujan petani masih lebih besar menanam padi lokal sebagai unggulannya.

“Mensosialisasikan kepada petani agar hati-hati memilih varietas lokal terutama asal usul paung agar kejadian kegagalan panen tidak terulang lagi. Perlu kehati-hatian itu diantaranya petani jangan menyemai paung hasil panen pasca tungro lebih baik mencari paung lokal dari daerah aman,” ujarnya.

Ayi Kuswana

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed