oleh

Ma’ruf Amin Tepis Tudingan yang Mengidentikkan Jokowi dan PKI

Calon wakil presiden KH Maruf Amin mengatakan tak benar apabila capresnya, Joko Widodo, dipandang ssbagai orang yang antiterhadap Islam, bahkan dikaitkan dengan PKI.

“Tidak benar itu jangan percaya. Beliau [dituding] komunis dan sebagainya, beliau mencintai ulama saya tahu betul makanya saya mau sama beliau itu. Maaf saya bilang salatnya rajin sekali,” kata dia dalam Deklarasi dukungan Arus Baru Muslimah di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (23/9).

 

Maruf bercerita dia pernah mendapati Jokowi mendahulukan salat bahkan sebelum dirinya sendiri salat. Atas itu, diakui Ma’ruf dirinya saja yang kiai bisa kalah dari Jokowi.

“Saya kemarin [ada jadwal] foto bersama dengan beliau. Saya tunggu foto, beliau enggak datang. Ternyata saya tunggu-tunggu, maaf, pak jokowi Ashar dulu. Saya belum solat tapi beliau sudah solat lebih dulu dari saya. Kyai kalah,” lanjutnya.

Joko Widodo sendiri telah berkali-kali menegaskan dirinya bukan anggota atau kader Partai Komunis Indonesia, bukan pula anak dari orang tua PKI dan bukan anak pengusaha China Singapura seperti isu yang selama ini diembuskan sejumlah pihak.

“Perlu saya tanggapi isu yang belakangan banyak mengatakan saya PKI. Kalau isu seperti itu dibiarkan dan tidak saya jelaskan maka akan ke mana-mana,” kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan kereta Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padang, Senin (21/5), seperti dikutip dari Antara.

Jokowi juga dituding kerap melakukan kriminalisasi ulama selama menjabat sebagai presiden. Maruf Amin sebagai cawapresnya disebut menjadi “tameng” agar petahana tak lagi dipandang demikian di masa kampanye pilpres yang telah dibuka sejak kemarin.

cnn

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed