oleh

Bank Indonesia Memberikan Bantuan Saprodi Kepada Petani Di Jejangkit

Ketahanan pangan dan pengendalian inflasi merupakan program yang berjalan seiring. Komoditas pangan merupakan komoditas yang rentan terhadap inflasi. Terutama tingginya permintaan akan pangan tidak diimbangi dengan ketersediaan barang. Karena itu menjadi penting untuk memastikan kecukupan sisi supply untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Pemenuhan sisi supply bisa melalui pasokan pembelian dari wilayah lain atau melalui swasembada dari wilayah sendiri.

Hal tersebut dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel Herawanto pada acara penyerahan bantuan sarana produksi kepada petani di Desa Jejangkit Kabupaten Barito Kuala. Sebagai kontribusi BI pada acara peringatan Hari Pangan Sedunia yang tahun 2018 bertempat di Jejangkit, Rabu (17/10/2018).

“Bantuan Saprodi yang diberikan berupa 4 unit Hand traktor, 4 unit hand sprayer dan 2 unit pompa air serta 4 unit tambela hasil inovasi dari Marjuni petani binaan BI Kalsel di Tanah Bumbu. Seluruh perlengkapan kami harapkan dapat meningkatkan efektivitas
penanaman padi seperti kecepatan proses tanam, penghematan biaya produksi dan penghematan tenaga kerja,” jelas Herawanto.

Menurut Herawanto, bantuan tidak lepas dari upaya Bank Indonesia dalam mendorong keberhasilan program ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di Kalsel dan khususnya di Indonesia. Dalam program tersebut implementasikan melalui pencetakan 4000 hektar sawah oleh pemerintah provinsi Kalsel dan Pemda Batola sebagai bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia.

Herawanto mengatakan, Kalsel memiliki luas wilayah potensial untuk produksi pangan, maka atas dasar itu Bank Indonesia Provinsi Kalsel berupaya, untuk mendorong para pelaku di sektor pangan untuk terus meningkatkan produktivitasnya, dorongan tersebut dalam hal berupa bantuan Saprodi.

Dijelaskan Herawanto, kedepan pemberdayaan sektor pertanian di Barito Kuala khususnya terkait sektor produksi tanaman pangan, akan menjadi bagian dari strategi yang kami rekomendasikan kepada pemerintah daerah di Kalsel, utamanya melalui program pra-klaster binaan Bank Indonesia Provinsi Kalsel.

BI mengharapkan, dapat menjadi salah satu model percontohan yang bisa direplikasi untuk optimalisasi kawasan budidaya pangan. Strategisnya kawasan ini, menjadi pertimbangan karena posisinya telah ditetapkan pemerintah daerah sebagai salah satu kawasan lumbung padi di Kalsel.

“Kami berharap bantuan dapat memberikan manfaat besar bagi petani khususnya di Jejangkit dan tentunya di Kalsel. Ini merupakan bagian dari wujud nyata langkah-langkah BI Kalsel dalam mendukung suksesnya langkah bergerak-nya Kalsel menuju masyarakat banua yang sejahtera,” ujar Herawanto.

Acara yang berlangsung dihadiri, Komandan kodim 1005 Marabahan letkol Arh Erwin Hadi Santoso, Sekretaris Dinas Pertanian Holtikultura Kabupaten Batola, M Arsyad, Kelompok Tani Karya Membangun Barito Kuala, Kelompok Tani Jiwa Tani Barito Kuala.

Ida/inf

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed