oleh

Universitas Akhmad Yani Gelar Seminar Lingkungan Hidup Dihadiri Perwakilan Mahasiswa 12 Negara

Universitas Achmad Yani Banjarmasin menggelar seminar ilmiah tentang lingkungan hidup dengan mengundang mahasiswa dari 12 negara yang sedang menempuh pendidikan S2 dan S3. Untuk ikut mempresentasikan laporan ilmiah soal isu lingkungan dan solusinya.

Seminar bertajuk “Peatlands Green Revolution for Agricultural and Environmental Sustainability” yang digelar selama dua hari, di Kota Banjarmasin 27-28 Oktober di buka oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Diharapkan bisa memberikan kontribusi pemikiran soal penataan lingkungan hidup di Kalsel, hal ini sejalan dengan gerakan Revolusi Hijau yang digaungkan Pemprov Kalsel.

“Uvaya Banjarmasin menggelar seminar tentang lingkungan dan aspek penanganannya bertujuan agar ada hasil kajian dan penelitian terkait soal isu lingkungan di Kalsel. Dimana pesertanya mengundang dosen dan mahasiswa S2 untuk memenuhi tesis penelitian. Menyasar masyarakat akademik dan peneliti, dimana dari hasil penelitian ilmiah peserta terkumpul 47 paper yang akan dibukukan dan akan direkomendasikan ke Pemprov Kalsel,” kata rektor Universitas Achmad Yani Banjarmasin Dr. Ir. Hastirullah Fitrah, MP, disela seminar Sabtu (27/10).

Kata Achmad, pihaknya mendukung Revolusi Hijau yang dilakukan Pemprov Kalsel, untuk itu Uvaya Banjarmasin menggelar seminar ilmiah ini. Salah satu isu yang diangkat adalah upaya mengoptimalkan kawasan lahan gambut yang ada di Kalsel. Yang semua daerahnya tergenang air — dapat berupa air asin, payau atau tawar– baik secara musiman ataupun permanent dan banyak ditumbuhi vegetasi.

“Bahwa lahan gambut dapat ditumbuhi oleh pohon, semak, herba berdaun lebar, rumput-rumputan, lumut dan lumut kerak yang menutupi lebih dari 10% luas permukaannya,” katanya.

Sebagai bentuk tanggung jawab ilmiah dengan didorong keinginan yang sangat besar bersaing secara global maka Uvaya melaksanakan kegiatan 2ND International Conference On Interdisciplinary Academic Research And Innovation yang merupakan kegiatan bertaraf internasional dan merupakan kegiatan yang sangat penting. Guna mengikuti tren terbaru (late breaking news) dari sebuah tema penelitian, serta tetap tune-in dengan apa yang terjadi di dunia akademik dan riset.

Sementara Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyabut baik, kegiatan seminar yang membahas isu lingkungan. Hal ini sejalan dengan program Pemprov Kalsel lewat revolusi hijau.

“Revolusi Hijau di Kalsel bukan sekadar jargon, kita terus melakukan penghijauan disemua sektor. Karena memang Kalsel ingin tetap menjadikan Pulau Kalimantan sebagai paru-paru nya dunia,dengan menanam dan menanam. Kita ingin melihat pohon-pohon besar kelak tumbuh di Kalsel. Salah satu perjuangan kita lewat gerakan revolusi hijau,” katanya.

Peserta seminar dosen, dosen dari berbagai Universitas di Indonesia dan Internasional, peneliti Nasional dan Internasional, mahasiswa S1, S2, dan S3 Nasional dan International, Guru-guru SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA, LSM dan 12 orang mahasiswa S2/S3 dari 18 negara berbeda yang berasal dari Asia, Amerika, Arab, Eropa, dan Australia.

yus

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed