oleh

Bank Indonesia Kalsel Seminar Keaslian Rupiah di Hulu Sungai Tengah

Mengenal keaslian rupiah menjadi hal penting bagi masyarakat. Adapun mengenalkan keaslian rupiah menjadi tugas Bank Indonesia. Kantor Perwakilan Bank Indonesia menjadi narasumber sosialisasi Keaslian Rupiah di Labuan Amas, Kab. Hulu Sungai Tengah (HST).  Harapan dari sosialisasi tersebut yaitu mengenali keaslian rupiah penting bagi masyarakat mengingat rupiah adalah alat transaksi utama dan tunggal dalam aktivitas perekonomian sehari-hari.

 

Hal tersebut dikatakan Herawanto, Kepala Perwakilan BI Kalsel, Jumat (9/11/2018) dalam acara Seminar Mengenali Keaslian Rupiah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Murakata Maju diikuti oleh Muspika dan tokoh masyarakat di HST Saiful Rasyid, anggota DPR RI Komisi XI Ikhtisar.

Menurut Herawanto, Kabupaten HST merupakan salah satu sentra ikan air tawar di Kalsel. Transaksi pada komoditas tersebut masih didominasi penggunaan uang tunai. Untuk itu, mengenali keaslian rupiah menjadi sangat penting bagi para pelaku ekonomi di sektor tersebut. Kelancaran sistem pembayaran menjadi faktor pokok penggerak ekonomi di daerah. Pencegahan pengedaran uang yang diragukan keasliannya menjadi komponen penunjang kelancaran tersebut.

Herawanto mengatakan, pergerakan ekonomi yang optimal (supply ikan yang dapat memenuhi kebutuhan di HST) pada akhirnya menunjang kelancaran rantai nilai ekonomi sehingga risiko inflasi terkendali. Sebagai tambahan, KPw BI Kalsel saat ini sedang melaksanakan program pengembangan ekonomi melalui kalster ikan di HST. Komoditas tersebut merupakan penyumbang inflasi di Kalsel.

“Dengan adanya pemahaman yang baik mengenai keaslian rupiah, kejahatan pemalsuan uang dapat dicegah secara swadaya oleh masyarakat, pian sabarataan kenal rupiah, pian sabarataan kada buntung,” ujar Herawanto.

ida/inf

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed