oleh

Pangan Segar Martapura Aman, Sehat dan Bebas Hama

Proses pelaksanaan kegiatan pengujian keamanan pangan segar dipasar pasar lokal dikabupaten Banjar Kalimantan Selatan dengan melakukan pengujian pangan segar yang diambil petugas pengambil contoh (PPC) Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Banjar sebagai sampel guna uji laboratorium yang telah terakreditasi sehingga dapat diketahui kandungan microbiologi ,logam berat,residu pestisida pada pangan segar pada umumnya, tidak terdapat kandungan residu dan dinyatakan aman konsumsi.Batas maksimum residu (BMR) pestisida adalah tingkat bahaya residu pestisida yang secara hukum diizinkan dan dapat diterima pada hasil pertanian ,yang dinyatakan dalam milligram residu pestisida perkilogram (SNI 7313-2008).

Demikian Kepala Dainas Ketahanan Pangan kabupaten Banjar Ir.H.Eddy Hasby MP ,yang dirangkum oleh kepala seksi penganekaragaman pangan dan keamanan pangan Ir.Salmiah .Hasil yang diuji pada periode 2018 jenis hortikultura dan sayuran jenis pepaya ,pisang,sirsak,kemangi,saledri,cabai rawit, cabai merah besar, mentimun,pare dan kacang panjang. Pelaksanaan pengujian teerhadap sampel buah buahan dan sayuran segar dilakukan dilaboratorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen di Bogor Jawa Barat .

Hasil uji laboratorum BBPP Bogor kandungan residu pada pepeaya dinyatakan aman yakni 0,0083 ppm dan pisang 0,0072 ppm , demikian pula semangka dan sirsak.Sample buah buahan tersebut diambil dari pedagang dipasar Astambul sedangkan sayur mayur dari pedagang sayur dipasar Sekumpul Martapura kabupaten Banjar.Sampel yang diuji yakni kemangi,seledri ,cabai rawit,cabai merah besar,mentimun dan pare serta kacang panjang.

Dari sampel yang diuji pada sayuran hanya kemangi cabai rawit dan seledri yang dinyatakan tidak aman karena mengandung residu diatas 1100 apm/gram kategori E.Coli . Ketiga jenis sayuran itu dinyatakan tidak aman konsumsi karena mengandung residu pestisida diambang batas.

Pengujian laboratorium secara periodik khususnya pada musim panen sayur maupun buah-buahan merupakan tugas utama seksi keanekaragaman dan keamanan pangan sehingga masyarakat mendapat informasi pangan yang aman konsumsi tidak mengandung residu kimia yang berlebihan.

Dengan adanya kegiatan pengujian keamanan pangan segar asal tumbuhan ,diharapkan dapat membantu tercapainya tujuan pemerintah dalam menerapkan undang undang no.18 tahun 2012 tentang pangan yang merupakan tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah.

Pada release tahunan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar tanaman sayur segar menyarankan kepada para petani ,pedagang dan konsumen agar mematuhi dua saran.Yang pertama untuk mencegah kontaminasi bahan bahan berbahaya adalah menjaga kebersihan ,memisahkan bahan mentah dengan pangan matang,memasak makanan sampai matang,bersuhu aman ,menggunakan air bersih saat mencuci pangan.

Selain itu masyarakat perlu meningkatkan pengetahuan pentingnya keamanan pangan yang disampaikan oleh penyuluh pada saat sosialisasi keamanan pangan tentang penggunaan dan bahaya pestisida . Hindari penggunaan pestisida berlebihan terutama pestisida sistemik dan untuk konsumen sayuran yang suka mengonsumsi sayuran mentah wajib mencucinya dengan air bersih dan benar-benar bersih sehingga bakteri E.Coli /Residu kimia tidak membahayakan kesehatan.

(Ayi Kuswana).

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed