oleh

ASA Petani Sungai Pinang Baru Bidang Pertanian

BANJAR – DesaSungai Pinang Baru hanya berpenduduk 250 Kepala Keluarga. Namun potensi alamnya yang cukup mendukung untuk pertanian dan peternakan dapat disebut kawasan lahan lebak marginal yang sebagian lokasinya saja, namun juga ruminansia besar seperti kambing dan sapi rendah dan agak tinggi.

Desa diwilayah kecamatan Sungai Tabuk yang berbatasan langsung dengan desa Tatah Halayung kecamatan Mandastana kabupaten Barito Kuala dengan batas kanal/kerukan penyuplai air dari kawasan kecamatan Cintapuri kabupaten Banjar, masyarakatnya menanti asa atau harapan masa depan yang lebih baik.

Desa Sungai Pinang Baru berjarak 6 kilometer dari jalan lingkar Handil Bakti akses jalan dari simpang desa Paku Alam belum lancer, dan harus melalui jalan desa Tatah Halayung Batola kemudian menyebrang kedesa Sungai Pinang Baru. Meskpun Kondisi jalan darurat namun tidak menyurutkan semangat masyarakat desa yang umumnya bermata pencaharian bertani.

Sejak 2 tahun silam desa yang berdekatan dengan desa Jejangkit tempat perhelatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018 tersebut mulai terbuka dengan seringnya para insan pertanian baik penyuluh Dinas Pertanian kabupaten Banjar dalam hal ini PPL.BPP Sungai Tabuk maupun penyuluh dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian(BPTP) provinsi Kalimantan Selatan, getol menyambangi desa Sungai Pinang Baru.

Penyuluh peternakan dari BPTP Kalsel 2 pembicara dari 4 penyuluh yang hadir yakni Ir.Amali dan Susanto SST sebagai Pembina pengembangan ayam unggul KUB, akan terus mempasilitasi pengembangannya yang sedang dikembangkan.

Ketua Kelompok Tani Berkat Bersama Sarman Susanto mengatakan, potensi desa yang mendukung untuk pengembangan ternak, bukan hanya jenis unggas namun bisa juga ternak berkaki empat atau ruminansia seperti kambing dan sapi karena jenis pakan alami yang cukup. Pengembanga ayam KUB yang dikembangkan.

“Selama ini banyak pemesan bahkan dari luar daerah,” .kata Sarman.

Tahun ini tidak dapat memenuhi semua pemesan karena kehabisan stok. Cara pengembangan ayam KUB didesa Sungai Pinang Baru, dilakukan dengan alat tetas sederhana dari karton dan triplek yang dibuat Sarman atas bimbingan Susanto dan hasilnya cukup baik. Melihat kondisi tersebut BPTP akan membantu alat tetas permanen untuk KT.Berkat Bersama.

Ayi Kuswana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed