oleh

Dinas Pendidikan Kalsel Raih Penghargaan Pengumpul Zakat dan Infaq dari Baznas

Banjarmasin- Dinas Pendidikan Kalsel meraih anugerah SKPD Terbaik Pertama Pengumpul Zakat dan Infaq dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalsel.

“Alhamdulilah Dinas Pendidikan Kalsel diberi penghargaan sebagai SKPD pengumpul zakat dan infaq terbanyak di Kalsel,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kalsel M Yusuf Effendi, Sabtu (16/3).

Begitu juga Baznas Kota Banjarmasin menerima zakat dari Kaltrabu sebesar Rp Rp. 64.500.000. Lalu untuk Baznas Kabupaten HSS sebesar Rp 21.500.000 dan Yayasan Uma Kandung Banjarmasin Rp 21.500.000.

M Yusuf yang meraih award Baznas Kalsel 2019 katagori pertumbuhan penghimpun zakat infaq sadaqah (ZIS) terbaik mengatakan berkat dukungan semua pihak dilingkungannya.

“Saya sangat berterima kasih atas partisipasi seluruh karyawan SKPD di lingkungan Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah dan Guru. Award ini kami persembahkan buat kalian semua,” ucapnya.

Terpisah, Sekda Provinsi Kalsel, H Abdul Haris Makkie mengatakan mendapat anugrah Baznas Award bukan tujuan ‘Paman Birin’. ‘Ini bentuk tanggung jawab sosial beliau sebagai Gubernur Kalsel. Beliau berharap orang mampu, khususnya pengusaha wajib mengeluarkan zakat harta ke Baznas,” ungkap Haris.

Ditambahkannya, sejak tahun 2016, Gubernur telah memberikan instruksi kepada pegawai untuk membayar zakat profesi melalui Baznas.

Terpisah, Ketua Baznas Kalsel, Pangeran HG Rusdi Effendi mengatakan sangat bersyukur dengan penyerahan zakat tadi malam.

“Ini semakin motivasi kami dalam menjalankan amanah dalam mengelola Baznas. Hingga Maret 2019 saat ini, sudah terkumpul sekitar Rp 3 miliar,” jelasnya.

Menurut Pemimpin Umum Banjarmasin Post ini, target tahun 2019 dalam pengumpulan zakat Rp 6 miliar.

Rusdi juga sangat mengapresiasi Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang sangat mendukung Baznas Kalsel. Keberhasilan kami meraih dua award nasional_salah satunya berkat dukungan penuh Paman Birin.

Selain itu, Anwar Hadimi yang juga Direktur PT Awang Sejahtera mengeluarkan zakat sebesar Rp 50 juta. Lalu, H Supiansyah AR, Ponpes Ihya Ulumuddin dari Yayasan Nur Sufiiyah menyerahkan zakat Rp 10 juta dan Winardi Setiono Rp 2 juta.

Ditambahkan dia, penyerahan zakat ke Baznas Kalsel maupun kabupaten/kota dalam penyalurannya tepat untuk delapan golongan.

Senada diungkapkan Winardhi Setiono, mengatakan pihaknya ingin juga membesarkan nama Baznas Kalsel.

“Salah satu penyaluran zakat di Baznas Kalsel untuk para mualaf yang baru masuk Islam. Pembagian zakatnya merata dan sampai ke bawah,” ungkapnya.

rel.ang

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed