oleh

Wiranto Nilai Kekuatan Negara tak Diukur Lewat Militer, tapi Lewat SDM dan Ketahanan Proxy War

Banjarmasin–  Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto memberikan koreksi terhadap pandangan capres Prabowo Subianto soal kekuatan TNI. Dikatakan Wiranto kekuatan suatu negara tidak lagi diukur dari militernya, tapi terletak di SDM (Sumber Daya Manusia), penguasaan teknologi, dan ketahanan terhadap proxy war.

“Justru musuh paling nyata bangsa Indonesia saat ini yakni, adanya hoax, fitnah, adu domba, ujaran kebencian, permainan isu SARA, radikalisme, dan terorisme. Bahkan negara adidaya macam Amerika Serikat dan Cina berpikir jika akan menginvasi suatu negara dengan kekuatan militer. Karena hanya akan menguras energi serta keuangan negara,” katanya disela Rakornas Komisi Penyiaran Indonesia di Banjarmasin, Selasa (2/4/2019).

Kata Wiranto, saat ini proxy war membuat perang saudara, radikalisme, human trafficking. Tidak melalui kekuatan angkatan bersenjata. “Itu yang harus ditangkal dan dihadapi, bukan dengan kekuatan senjata,” katanya.

 

Bahkan Wiranto khawatir jika Indonesia fokus memperkuat angkatan bersenjata, malah akan  menggerus keuangan negara. Anggaran negara bisa habis, dan bakal memicu kemiskinan dan kesan menjadi negara diktator.

Human capital butuh usaha. Negara mana yang enggak ngutang? Cina, Amerika Serikat saja ngutang. Negara besar saja ngutang, tapi untuk investasi jangka panjang. Investasi teknologi, daya saing. Kita harus cerdas, kalau pakai teknologi kuno bagaimana mau bersaing era global. Bangsa cerdas yang akan memenangkan persaingan global,” kata Wiranto.

 

ida

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed