oleh

Komitmen di 2019 Kota Banjarmasin Bebas Kumuh

BANJARMASIN – Satu Perda yang disahkan yaitu tentang perencanaan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh yang ada di kota Banjarmasin. Perda ini merupakan salah satu dari 3 buah Perda yang disahkan saat Rapat Paripurna tingkat II DPRD Kota Banjarmasin (9/5/2019).

Walikota Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyebutkan, perda tentang pencegahan permukiman kumuh di Pemkot sudah menetapkan 7 titik permukiman kumuh di Kota Banjarmasin. Dari 500 lebih hektar luas kawasan kumuh sudah dipetakan di 7 titik kawasan secara bertahap melakukan treatment terhadap kawasan kumuh seperti Kelayan Barat, Kawasan daerah Banjarmasin Barat dan daerah lainnya. “Dengan sudah di target masuk penanganan program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh),” tegasnya.

Dikatakan Ibnu, dalam hal pencegahan melalui dinas Perkim dan perumahan Kota Banjarmasin, sehingga kawasan yang tertangani menurut laporan tinggal 300 permukiman kumuh yang masih berpenduduk dan hampir sudah tertangani 170-180 permukiman kumuh. Komitmen di 2019 zero (0) kumuh. Sejak awal saya masuk di Pemkot di hari jadi Kota Banjarmasin ke 490, sudah di tanda tangani 3 tahun komitmen akan menyelesaikan perkumuhan, komitmen (101), pelayanan efisiensi 100 persen, 0 persen kumuh, 100 persen akses sanitasi.

Di atas angka tahun 2019 kata Ibnu, masih ada belum tertangani. Tetapi dengan Program Kotaku meningkat tahun ini 3 kali lipat. Sekarang 36 miliar anggaran untuk penanganan kawasan kumuh program Kotaku di Banjarmasin. “Ini diharapkan dapat mempercepat prosesnya,” tuturnya.

Berbicara mengenai kawasan, dirinya memaparkan Objek bantaran sungai adalah tempat paling banyak objek kumuhnya, ini sinergis dengan program pemkot memperioritaskan pada program pertama yaitu penanganan sungai sungai untuk sarana transportasi dan pengembangan pariwisata. “Penanganan sungai dan bantaran sungai untuk menghilangkan kekumuhan kota, sinkron dengan prioritas Pemkot.

“Jadilah Kampung hijau, kampung biru tahun ini di pengambangan. Tahun kemaren di Kelayan Barat dan Kelayan Muara yang dilakukan upaya penataan yang sekarang sudah menjadi rusun tahun ini juga dibangun siringnya,” ungkapnya.

Febri/INFO BANUA.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed