oleh

Menolak Keras Aksi People Power Mendemo KPU dan Bawaslu

BANJARMASIN – Menolak keras People Power karena bertentangan konstitusi dan mencampuri lembaga yang sedang berjalan mengerjakan tugasnya secara profesional dan independen. Apalagi sekarang memasuki bulan Ramadan minggu pertama, sebelum itu ada perbedaan-perbedaan pilihan dan dukungan sebaiknya kembali bersatu untuk pembangunan.

Hal tersebut dikatakan Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, Sabtu (9/5/2019) yang didampingi sejumlah  elemen dan toloh masyarakat yang menolak keras aksi People Power yang mendemo KPU dan Bawaslu di Jakarta. “Kami sebagai tokoh masyarakat yang memimpin berbagai ormas mengimbau lebih baik People Power itu pergi diarahkan ke masjid di bulan suci puasa ini untuk beribadah,” kata Ketua Persatuan Pencak Silat Banjarmasin.

Menurut Hermansyah, intinya bahwa aksi itu ingin menjatuhkan pemerintah yang sah, kalau berkaitan dengan dirinya sebagaidi sini sebagai pimpinan DPW Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat) IB Kalimantan Selatan sudah menekankan kepada anggotanya agar tak ikut-ikutan aksi tersebut.

Sesudah Pemilu ini kita serahkan kepada lembaga-lembaga terkait tapi kalau ada kecurangan silakan laporan ke KPU dan Bawaslu,”tegasnya.Ia mengajak agar warga tetap menjaga kamtibmas tidak usah pergi ke Jakarta, karena sudah diatur hukum negara yang demokratis ini bagaimana menyelenggarakan pemilu serentak, hingga muncuk ketidakpuasan dengan menuding dugaan bila KPU melakukan kecurangan seperti yang dilontarkan Amin Rais mantan Ketua MPR yang memobilisasi massa tersebut.

Dikatakannya, pesta demokrasi tinggal menghitung hari itu harus dihormati KPU dalam bekerja. Nanti ada kesempatan lagi di lain waktu lima tahun mendatang. “Hormati para perjuangan para pendahulu kita juga para ulama-ulama. Jangan sampai kita terpecah belah, “katanya.

Wakil Walikota Banjarmasin ini menjelaskan, bagaimana pun derasnya arus globalisasi harusnya kalau masyarakat kuat bersama maka tak perlu pergi ke Jakarta.

“Mengingatkan masa lalu Kota  Banjarmasin  pernah terjadi peristiwa mengerikan Kerusuhan 23 Mei 1998 yang dikenal dengan Jumat ‘Kelabu’ lalu Jangan sampai terulang lagi hal tersebut,” tegasya.

Lebih baik People Power ke musala dan masjid tarawih itu yang perlu, kenapa harus ke Jakarta, lanjut Hermansyah, kalau ada hal-hal yang bisa disampaikan silakan melalui jalur hukum.

“Mari sama-sama menjaga kondisi secara kondusif khususnya di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.  kita jaga bersama-sama  hubungan baik pemerintah maupun kerukunan antar umat beragama dan masyarakat yang ikut-ikutan tidak usah ikut demo. Dalam bulan suci Ramadan sebaiknya perbanyak orang pergi ke musala dan bersedekah, itu yang mesti dilakukan di bulan puasa 1440 Hijriyah,” ajaknya.

Dikatakannya,  negara ini berdiri diatas aturan dan hukum, perbedaan-perbedaan yang kemarin terjadi, disatukan kembali, perbedaan gaya itulah disebut demokrasi. Berikanlah kepada pihak pihak yang menyelenggarakan pemilu maupun pemerintahan berdiri diatas aturan-aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Jika masih ingin mau berangkat lebih baik diurungkan karena hanya membuang energi. Kkalau ada yang merasa dicurangi segala protes silakan, sampaikan kepada aturan konstitusi. masih ada Bawaslu untuk melanjutkan aksi protes itu,” paparnya.

yus/IB

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed