oleh

Ternyata Banyak Bangunan Pasar Tidak Maksimal Digunakan Dan Renta Pungli

SAMPIT – Terungkapnya banyak bangunan pasar yang dibangun dengan uang negara tidak maksimal digunakan, bahkan ada bangunan pasar yang mubajir. Inilah setelah Selasa, (1/7) DPRD Kotim komisi II melakukan sidak dibeberapa pasar dalam kota Sampit, ironisnya lagi dalam pasar tersebut ada pungli yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab kepada pedagang.

Sidang RDP yang dipimpin oleh wakil ketua H.Supriyadi yang dihadiri Kadis Perdagangan dan Perindustrian Sampit, Redy Setiawan, Kadis Perhubungan, Fadlianur, Kadis Perizinan, Jhoni Tangkere, Sat Pol PP Sampit, Fuad Sidik, Dinas PUPR Sampit, Inspektorat Sampit.

Supriyadi menyampaikan hasil dalam rapat RDP diantaranya, Pasar Mentaya Sampit yang baru dibangun pada saat ini sudah mengalami beberapa bagian rolling doornya terlepas dan rusak. Selain itu juga kios banyak sebagian belum dimanfaatkan oleh pedagang dan sungguh sangat disayangkan sekali lagi setiap sudut kios bau aroma yang tidak sedap (bau kencing).

Padahal menurut Supriyadi bangunan tersebut dibangun dengan dana tidak sedikit, kalau melihat perencanaan bangunan pasar mentaya ini sangat menarik sekali, maksudknya agar pedagang yang ada di luar area taman kota bisa tertampung semua.

Namun kenyataannya perencanaan tersebut tidak seperti apa yang diharapkan, pedagang hanya mau menempati di depan jalan saja, alasannya pembeli tidak mau berjalan terlalu jauh masuk kedalam hingga akhirnya yang terlihat pedagang didepan saja terlihat berdagang.

Bukan hanya sampai disitu saja hasil sidak komisi II DPRD Kotim, mendapatkan informasi yang tidak kalah pentingnya dengan pedagang. Dari hasil sidak ditemukan adanya praktek pungli dalam pasar tersebut, juga pasar PPM dan hampir setiap pasar dalam kota Sampit.

Praktek yang dilakukan oleh oknum tersebut, diakui oleh Redy Setiawan menurutnya dirinya sudah ada dipanggil oleh pihak kejaksaan Negeri Kotim terkait dengan adanya pungli itu. Untuk oknum itu khusus dinas Perdagangan dan Perindustrian Sampit, sudah ada memanggil orang yang dimaksud.

“Saya berdinas di Perdagangan ini baru 10 bulan, dan saya masih banyak belajar dan mengkaji di dalam internal saya dan pada saat ini berusaha membenahinya.”Ungkap Redy.

Ketua komisi II, Rudianor setelah mendengar apa yang disampaikan oleh kepala dinas Perdagangan dan perindustrian Sampit, menganjurkan agar benang kusut cepat terurai di dalam tubuh dinas ini, sebaiknya diserahkan kepada pihak ketiga saja. Alasannya agar pembenahan kios tidak ada lagi istilah dilakukan oleh oknum tertentu, termasuk juga pungli kepada pedagang dengan iuran tidak jelas.

“Saya disini bukan mengada-ada, ini setelah saya mendengar langsung pada waktu sidak apa yang mereka sampaikan sungguh sangat disayangkan, bahkan ada orang yang mengaku dari dinas perdagangan yang bisa mengatur semua di pasar.”Tegas Rudianor dan berharap agar oknum pungli ini segera ditindak tegas.

Nal/IB.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed