oleh

Pesantren Peduli Inflasi

BANJARBARU – Inflasi muncul ketika ketersediaan barang dan permintaan tidak berimbang. Permasalahan juga muncul ketika terdapat kendala distribusi. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah-masalah tersebut yaitu melalui Rumah Pangan Kita (RPK). Bahan-bahan pangan tertentu yang dipasok dari Bulog dijual melalui RPK yang tersebar di berbagai tempat.

Outlet RPK dapat dibuka oleh masyarakat atau kelompok masyarakat, diantaranya melalui koperasi. Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Kalsel bekerjasama dengan Bulog Divre Kalsel mulai menjalankan program RPK di koperasi pesantren. Pada tahapan awal, RPK dibuka di Pondok Pesantren Walisongo Banjarbaru. Pembukaan RPK dilakukan oleh Sahbirin Noor, Gubernur Kalsel, pada Rabu (10/7). Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh pimpinan berbagai instansi yaitu Bank Indonesia, Bulog, Bank Kalsel, dan perwakilan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Herawanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Koordinator Kalimantan (BI), menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan oleh Pondok Pesantren dengan pembinaan Bulog untuk membuka RPK memiliki banyak aspek positif. Pertama, pesantren telah menunjukkan kepeduliannya terhadap pengendalian inflasi. RPK dapat mendukung ketercukupan penyediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau dan stabil. Dengan demikian, kelangkaan barang yang memicu kenaikan harga dapat teratasi.
Kedua, RPK dapat menjadi sumber ekonomi bagi pesantren. Hal itu akan mengarah pada pesantren yang mampu mandiri secara ekonomi. Kemandirian tersebut tentunya akan membawa banyak hal positif, diantaranya peningkatan kesejahteraan pesantren, warga pesantren, dan sumber pembiayaan untuk peningkatan sumber daya manusia pesanten.
Ketiga, pemenuhan ketersediaan dan distribusi barang melalui RPK merupakan bagian dari peta jalan atau strategi pengendalian inflasi nasional dan Kalsel. Untuk itulah,semakin bertambahnya RPK, tentu dengan penyebaran yang tepat, maka akan semakin efektiflah implementasi strategi tersebut.

Keempat, Kalsel akan menjadi tuan rumah event Festival Ekonomi Syariah se-Kawasan Timur Indonesia pada September mendatang. Inisiatif Ponpes di Kalsel untuk mendukung program ekonomi khususnya pengendalian inflasi ini dapat menjadi bagian dari Road to Fesyar.

BI berharap RPK di pesantren Walisongo tersebut dapat direplikasi oleh pesantren-pesantren lain di Kalsel. Upaya untuk mengendalikan kenaikan harga barang memang memerlukan dukungan semua pihak, tidak hanya institusi tetapi juga kelompok-kelompok masyarakat, termasuk melalui pesantren.

Selanjutnya, RPK dapat dimanfaatkan secara optimal, dimulai dari warga pesantren yang selanjutnya dapat berkembang untuk masyarakat sekitar pesantren. Dari sinilah maka peran pesantren tidak hanya sebatas lembaga pendidikan tetapi juga lembaga yang peduli dengan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Rel/IB

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed