oleh

Mardani H Maming Gelorakan Semangat Pengusaha Muda di Kupang Nusa Tenggara Timur

KUPANG – Pengusaha muda Kalsel yang juga Wakil Bendahara Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Mardani H Maming menggelar Silaturahmi Daerah (Silatda). Kali ini mengunjungi BPD HIPMI Provinsi Nusa Tenggara Timur, di Kota Kupang, Kamis (18/7).

CEO PT Batulicin Enam Sembilan dan PT Maming Enam Sembilan yang membawahi 54 perusahaan di berbagai bidang usaha tersebut, menggelorakan pengusaha di organisasi HIPMI meski jadi tuan di daeahnya sendiri.

“Salah satu bagian dari visi dan misi di Hipmi membangun ekonomi daerah. Karena itu, pengusaha-pengusaha muda daerah harus eksis di daerahnya masing-masing,” ucap Mardani di acara yang di helat di Hall Room Celebes Restro and Café Kupang yang dihadiri pengusaha muda Kupang.

Mantan Bupati Bupati Tanah Bumbu 1,5 periode  (2010 – 2018) berjata pengusaha-pengusaha muda daerah harus bekerjasama dengan pemerintah daerahnya. “Sebaliknya pemerintah daerah, juga harus memback up pengusaha-pengusahanya,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mengatakan, misalnya ada perusahaan internasional yang ingin berinvestasi di sektor pertambangan. Namun izin jalan dan pelabuhannya, serahkan ke pengusaha daerah.

“Dengan adanya kerjasama antara pengusaha daerah dengan pemerintah daerah, dapat bersanding tidak hanya dengan pengusaha nasional, tapi juga internasional. Jika itu terjadi, selain pengusaha daerah akan tetap eksis, juga akan memberikan andil dalam pembangunan ekonomi nasional,” katanya.

Mardani yang sukses membawahi PT Batulicin 69 dan PT Maming 69, dua perusahaan holding yang membawahi 35 anak perusahaan mulai dari pertambangan mineral, terminal dan pelabuhan khusus batubara, pengelolaan jalan hauling, underpass, transportasi pertambangan, penyewaan alat berat, penyediaan armada kapal, properti hingga perkebunan — dalam ‘pertarungan’ merebut posisi Hipmi1 telah menyiapkan konsep ‘Bersinergi Membangun Ekonomi Daerah”.

Ia menjelaskan konsep yang diusungnya itu adalah buah dari pengamatan dan pengalamannya selama menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan selama 1,5 periode, sejak 2010 hingga Juli 2018.

“Sangat sulit bagi pengusaha lokal untuk bisa bersaing dengan pemain kakap, jika tidak ada dukungan dari pemerintah maupun adanya payung hukum yang jelas,” tegasnya.

Untuk itulah ia bertekad akan membawa Hipmi lebih berkiprah dan berkontribusi.

Acara yang juga dikemas dalam talk show itu, selebihnya banyak mendiskusikan persoalan UU Kewirausahaan dan hubungannya dengan keberadaan HIPMI.

rel/ibb/dil

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed