oleh

Ulat Grayak Menyerang Kutu Kebul Mewabah Pada Tanaman Jagung

Dua ribu hektar tanaman jagung didesa Sukaramah kecamatan Panyipatan kabupaten Tanahlaut tidak terserang ulat tentara Amerika atau ulat Spodoptera frugiperda yang memusnahkan seluruh tanaman mulai batang daun dan tongkol dalam waktu relative singkat. Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang menyerang adalah qwereng jagung atau kutu kebul .Menurut Ketua LKM Sukaramah Rodiah, hama tersebut setiap tahun selalu ada tapi yang paling parah tahun 2019 ini .Besar kemungkinan papar mantan Ketua KT.Sekarsari 2 periode tersebut akibat  cuaca yang tidak menentu mulai bulan Maret 2019 dan masa tanam MK .April-September (Apsep) terjadi serangan cukup memprihatinkan karena sulit dikendalikan .

Namun di lahan PPHT  yang dievaluasi Ditlind Kementan Kamis 1 Agustus 2019   tidak terjadi ledakan serangan karena tidak mengendalikan dengan insektisida ,meskipun terpaksa hanya dilakukan ditempat yang serangannya diambang batas.Tanaman jagung program PPHT seluas 15 hektar yang ditanam pada akhir April akan dipanen pertengahan bulan Agustus 2019 .Tanaman jagung di desa Sukaramah merupakan bagian dari 34 ribu hektar tanaman jagung pakan tahun 2019 dikabupaten Tanahlaut .

Yang lebih mengejutkan petani bahkan was-was, pada masa tanam MK 2019 terjadi serangan ulat grayak jenis Spodoptera Frugiperda atau fall armyworm atau ulat tentara  yang menyerang tanaman jagung hibrida/pakan bahkan 3    hektar milik Poniah petani di desa Gunung Melati kecamatan Batu Ampar kabupaten Tanahlaut  musnah dalam seminggu  karena terlambat penanggulangan.

Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Kalimantan Selatan Ir.HM,Fauzi Noor MP usai melakukan monitoring dan evaluasi dikabupaten Tanahlaut  menjelaskan,ulat grayak atau ulat tentara  masih bisa di atasi dengan pestisida apabila serangan sudah diambang bahaya.

Hal ini seperti lahan tanaman hampir 12 hektar  masih bisa diselamatkan dan hasilnya baik,karena cepat diantisipasi dan hasilnya tetap untung besar. Sebagai ilustrasi  ,ulat grayak atau ulat tentara  sebenarnya sudah lama menjadi masalah di Benua Amerika ,kemudian menyebar ke Aprika dan Asia termasuk Indonesia sekarang ini, dan sudah merambah sejulah provinsi penghasil Jagung,seperti Gorontalo,Sulawesi Selatan ,Kalsel,Kaltim dan daerah lain di Sumatera .

Fall armyworm disebut juga ulat tentara karena warna kulitnya lurik seperti  seragam tentara Amerika dan serangan ulat grayak jenis ini cukup ganas karena memakan mulai dasun,batang daun dan buah.

Tim Evaluasi Direktorat perlindungan tanaman dari kementan Deno SP dan Nendi Suhendi SP yang datang langsung ke Pelaihari didampingi Kepala Balai Perlindungan dan kasi perlindungan tanaman BPTPH Kalsel Ir.HM,Fauzi Noor,MP. serta Witnu Santoso SP  saat pertemuan dengan para petugas POPT di Pelaihari  menjelaskan, ulat grayak merupakan ancaman apabila tidak diamati sedini mungkin,Ulat grayak /ulat tentara itu berlindung di balik daun muda masih kuncup, apabila tidak dilakukan pengamatan secara teliti akan melumat seluruh tegakan yang akibatnya musnah karena daun dan bakal tongkolpun di lahapnya. Persebaran,serangan dan strategi pengelolaan.ulat grayak spodoptera frugiperda di Indonesia terdeteksi awal tahun 2019 .

Permasalahan ulat grayak jenis jenis Spodoptera Frugiperda/Fall Armyworm telah diteliti  oleh para ahli dilaboratorium Institut Pertanan Bogor (IPB) ,yakni Spodoptera

litura,exigua,mauritia,exempta,kemudian Mythimna separata,venalba dan loreyi telah mewabah sejak awal tahun 2019. Jalur penyebarannya  dari Amerika ke Afrika terjadi tahun 2017  pemencarannya dibantu melalui angin penerbang yang kuat 100 km/malam,terbawa pada /oleh komoditas yang diperdagangkan,atau berupa penumpang gelap yang terbawa oleh cargo pesawat  khusus pesawat cargo .Jalur pemencaran dari daratan Asia ke Indonesia  dibawa oleh aryus angin muson barat sekitar bulan Oktober sampai April .

Siklus hidup ulat grayak  berawal dari kepompong menjadi kupu-kupu kemudian bertelur 10 hari dengan 1000 telur  selama sebulan (30) hari  menetas .Sirkulasi populasi  adalah imago/kupu-kupu,bertelur 3 hari, tumbuh menjadi larva selama 14  dan menjadi ulat dewasa yang memakan tanaman.

Ulat grayak  jenis spodoptera frugiperda  akan melanda 80 spesies dari 23 family tumbuhan,preferensi terhadap tumbuhan anggota Poaseae(Graminae) terutama jagung,sorgum,padi,tebu,Bermuda grass dan crabgrass.Selain itu menyerang juga terhadap tanaman kapas,kacang tunggak,kedelai,kentang,stobery,pepaya dan apel.

Kerusakan dan kehilangan hasil pada jagung.

Akibat serangan ulat gerayap tersebut diberbagai negara diafrika pada tahun 2018 kehilangan hasil hampir 12% hasil survey 2019 sedangkan dibenua asal nya Amerika Serikat kehilangan hasil 18% lebih penuruna hasil sedangkan diamerika latin (Brazil) kehilangan hasil 34% pada tahun 1970 .

Namun demikian kata Fauzi petani tidak perlu panik karena ada cara pengendaliannya melalui pola PHT.

Aplikasikan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) resistensi ekosistem antara lain lakukan tanaman tumpangsari, gunakan perangkap .Pengendalian hayati yakni konservasi ,argumentasi(LPHP) dan pemantauan sedini mungkin dengan cara pengumpulan kelompok telur dan larva. Ingat hindari penggunaan insektisia karena tanaman jagung toleran terhadap kerusakan daun.Ulat grayak umumnya bersembunyi di dalam pucuk daun dan sulit dikendalikan.Ulat grayak besar toleran terhadap insektisida ,terakhir berikan kesempatan kepada musuh alami .

Ayi Kuswana/IB

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed