oleh

BPJS Kesehatan Sosialisasi Program JKN-KIS di Banjarmasin Bersama Ade Rai

BANJARMASIN – BPJS Kesehatan menggelar sosialisasi program JKN-KIS dan pola hidup sehat. Dalam acara tersebut BPJS Kesehatan menggandeng Ade Rai, yang merupakan Brand Ambassador. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Rektorat ULM Banjarmasin, Selasa (6/8/2019) itu dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Provinsi Kalsel Drs Heriansyah MSi, Kepala Cabang Kota Banjarmasin Tutus Novita Dewi. Rektor ULM yang diwakilkan Masrani Kepala Bidang Kemahasiswaan ULM, serta komunitas-komunitas di Banjarmasin.

Ade Rai dalam kegiatan tersebut memberikan edukasi terkait pola hidup sehat. Bagaimana menyeimbangkan pola makan dengan olahraga yang cukup.

“Apa yang masuk ke mulut kita kadang-kadang lebih banyak dari apa yang kita keluarkan. Makanya kita musti paham sedikit tentang sumber makanan. Yang paling penting adalah makan sesuai kebutuhan masing-masing,” ujar I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai  yang lebih dikenal panggilan Ade Rai.

Ade, menilai Kalsel punya banyak makanan yang alami dan bermanfaat bagi kesehatan, “Di sini   kita lihat banyak sayur, banyak ikan,  buah- buahan banyak penyajian-penyajian yang sehat. Saya rasa itu suatu hal yang sangat baik,” terangnya.

Dikatakan Ade, terkait program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), konsep gotong-royong yang identik dalam program tersebut hanya akan terjadi kalau masyarakat yang sehat lebih banyak dibanding yang sakit, karena mereka yang sehatlah yang akan membiayai yang sakit.

“Dengan konsepnya saling membantu. Tapi kalau yang sakitnya lebih banyak, biayanya terlalu besar, otomatis negaranya kan suatu saat juga akan bangkrut. Di negara manapun tidak akan punya kemampuan kalau masyarakatnya tidak peduli akan kesehatan,” katanya.

Kepala BPJS Kesehatan Banjarmasin Tutus Novita Dewi mengatakan,  dengan adanya Ade Rai, seluruh komunitas yang ada di kota Banjarmasin untuk bergerak bersama menjadi masyarakat yang berperilaku pola hidup sehat.

“Untuk secara nasional BPJS Kesehatan sudah 83 persen peserta penduduk sudah punya kartu JKN-KIS dan untuk wilayah Kalsel sendiri baru 7 1,2 persen jadi masih jadi masih di bawah rata-rata nasional,” jelas Tutus.

BPJS Kesehatan lanjut Tutus, banyak yang lakukan kerjasama dengan pemerintah daerah dengan badan usaha. Salah satu sekmen yang kita kejar adalah Badan Usah, kepatuhan Badan Usaha, sosialisasi dengan wilayah-wilayah desa dengan beberapa lainnya. Termasuk dengan acara sosialisasi dengan mahasiswa, BPJS Kesehatan Banjarmasin secara provinsi paling rendah untuk cakupan kepesertaannya.

“Karena provinsi cakupannya paling rendah dan biaya kesehatan cukup tinggi kami mengundang Ade Rai karena sebagai brand ambasador untuk menyampaikan tentang perlunya kita  punya kartu JKN-KIS dan pola hidup sehat. Harapannya dengan hidup sehat, masyarakat bisa lebih sehat dan pelayanan kesehatan bisa ditekan, karena biaya kesehatan di Kalsel ini cukup tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu Asisten Administrasi Umum Provinsi Kalsel Drs Heriansyah MSi dalam sambutannya berharap BPJS Kesehatan terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan, sehingga kerja sama dengan pemerintah semakin baik.

Ida/IB

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed