oleh

160 Tenaga Konstruksi Kalsel Belum Miliki Sertifikat Kompetensi

BANJARBARU – Kepemilikan sertifikat kompetensi kerja merupakan kewajiban bagi para pekerja konstruksi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Penyelenggaraan dan Pengendalian Mutu Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin, Yohannes Christian Sitompul pada kegiatan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi di halaman kantor Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI), Kamis (8/8).

Selanjutnya, efisiensi dan efektivitas yang tinggi dalam pengelolaan kegiatan jasa konstruksi akan semakin dituntut, yang tentunya perlu diimbangi dengan peningkatan profesionalisme para pelaku jasa konstruksi.

“Agar pelaksanaan program pembangunan tersebut berlangsung dengan efektif dan efisien maka peran serta tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan bersertifikat dalam penyelenggaraan konstruksi dapat dihasilkan produk yang bermutu secara tepat guna” ujarnya.

Ia meyakinkan dengan semangat bekerja keras, bergerak cepat, dan bertindak tepat maka cita-cita untuk mewujudkan ketahanan masyarakat jasa konstruksi dapat kita capai.

Sementara Ketua DPD REI Kalsel, Royzani Sjachril mengungkapkan ada 160 tenaga konstruksi yang ikut pada uji sertifikasi. “Uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi tenaga konstruksi di Kalsel” jelasnya.

Peserta yang melakukan uji kompetensi ini sudah memiliki keahlian dan pengalaman di bidangnya masing-masing.

Diharapkan melalui uji sertifikasi ini tenaga kerja yang ada di Kalsel khususnya di bidang perumahan memiliki tenaga ahli yang dapat bersaing baik di tingkat nasional maupun internasional.

Febri

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed