oleh

Perpustakaan Soekarno Republik Indonesia Bedah Buku: Keinginan Soekarno Memindah Ibukota

 

BANJARMASIN – Perpindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia ternyata sudah lama di perbincangkan sejak zaman ke Presidenan pertama yaitu Ir. Seokarno Hatta atau yang lebih di kenal dengan sebutan bapak proklamator Republik Indonesia yang sudah Berhasil mencetuskan Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 1945.

Hal ini disampaikan oleh pihak UPTD Seokarno Republik Indonesia yang datang menghadiri acara bedah buku Soekarno di Hotel Rodhita yang dihadiri para mahasiswa, pustakawan, dan anggota Perpustakaan Pusat, Selasa (27/08).

Perpindahan ibu kota Negara Indonesia Sudah dirancang Sejak Dulu Oleh Presiden Ri dan di bukukan oleh beliau yang berjudul Soekarno dan desain rencana Ibu Kota Ri di Palangka raya. Dan buku tersebut sudah rilis dan sudah sempat di pasarkan namun di tarik kembali oleh pihak perpustakan.

Hal yang menjadi pertanyaan di judul buku tersebut tertulis Seokarno dan desain rencana Ibukota di Palangkaraya. Bukannya Palangka Raya yang terpilih saat itu oleh Soekarno dan kenapa sekarang malah larinya ke Kaltim bukan Kalteng.

Hal ini di akui oleh Agus Selaku Kepala pelayanan dan pemibinaan perpustakaan pusat beliau menyampaiakan bahwa “memang benar pak Soekarno pernah menulis tentang perpindahana Ibu Kota negara namun saat itu belum teralilsasikan dan di tahun 2019 ibu Kota sudah berhasil di resmikan pindah ke Kaltim ucapnya.

Namun kenapa ibu kota malah pindahnya ke Kaltim Bukan ke kalteng dan ini di luruskan kembali bahwa pak Soekarno hanyar mencoba mengetuskan untuk perpidahan namun untuk masih belum bisa di pastikan di dalal tulisan yang tercantum di dalam buku karya beliau dan mungki Presiden Ri sekarang yang memilih Kaltim pasti ada Alasannya kenapa.

Selanjutnya buku karya Soekarno dengan tulisan Seokarto dan perpindahan ibu kota ke Kalteng di buat dan di karyakan dan di tuliskan oleh anak beliau yang bernama Guntur Soekarno pungkasnya.

Febri

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed