oleh

Mahasiswa ILHA dan IAT dan Yayasan Paguyuban Al Ikhlas Gelar Seminar

JAKARTA – Mahasiswa tafsir hadis “ Ilmu Hadis Dan Ilmu Alqur’an Tafsir “ atau disingkat dengan ILHA dan IAT bekerjasama dengan Yayasan Paguyuban Al Ikhlas binaan Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar dan cendekiawan muslim Prof. DR. H Quraish Shihab, MA mengadakan acara di Padepokan Pencak Silat Indonesia. Program Halaqah Mahasiswa Tafsir Hadis se- Indonesia ini mengusung tema “Dari Mesjid untuk Indonesia Damai”.

Hadir sebagai narasumber Komjen Pol, Drs. Suhardi Alius, M.H. selaku kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Beliau mengungkapkan para ahli tafsir ini nantinya bisa menjadi embrio untuk menyebarkan faham-faham islam dan menularkan nya ke seluruh masjid-masjid yang ada di Indonesia.

“kalo bisa seluruh muslim seperti itu, ada rasa kebangsaan dan memiliki akhlak “ ujar Suhardi disela wawancara dengan tim Humas selepas acara berlangsung.

Acara juga di hadiri langsung oleh Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar yang juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal, dalam diskusi panel “ Dari Masjid untuk Indonesia Damai”.

Acara ini mendorong peran dan partisipasi mahasiswa terhadap penguatan masjid seluruh Indonesia, serta memberikan pelatihan Da’i dan Daiyah atau imam mesjid untuk menangkal radikalisme yg ada di masjid-masjid.

“Tujuannya mengajak masyarakat Indonesia, khususnya para imam dan khotib masjid-masjid serta mahasiswa terlebih mahasiswa tafsir hadis menjadi influencer islam rahmatan lil alamin, guna mewujudkan Islam moderat di tengah adanya pemikiran transnasional yg sudah semakin merajalela pasca reformasi di Indonesia.” Ungkap Muhammad Hudaturrahman, SQ. S.Ag salah satu ahli tafsir yang berasal dari Kalimantan.

Huday sapaan akrab nya adalah putra dari pasangan Saberan dan Ainun Jariyah yang merupakan alumni PTIQ Jakarta dan selaku ketua pelaksana pada acara tersebut (28/8).

Reporter : Kamila Rahesya

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed