oleh

Kesbangpol Kotim, Kumpul Saresehan Bersama Organisasi Kemasyarakatan Adat Kotim.

Selesai acara kegiatan fhoto bersama dengan para tokoh dayak (nal/brt)

 

Sampit – Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Sampit melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Rabu (4/9) berkumpul bersama melaksanakan kegiatan saresehan (pertemuan silaturahmi) yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan adat.

Yang mana kegiatan pertemuan tersebut diharapkan dapat memelihara dan menjaga situasi kondusifitas daerah, serta mendengarkan pendapat mengenai upaya yang dilakukan ormas sebagai mitra pemerintah.

Bertempat warung makan D.Layar Sampit kegiatan dihadiri oleh Plt.Kepala Badan Kesbangpol Kotim Nur Aswan, Ketua harian DAD Kotim Untung, pengurus LMDDKT Burhanuddin, Redy Setiawan, Fordayak Kotim, Batamad Kotim dan Damang.
Dalam sambutannya Kepala Badan Kesbangpol, Nur Aswan mengatakan bahwa seluruh ormas dayak, tokoh adat, agama dan tokoh masyarakat.

Pada umumnya telah memahami falsafah huma betang (rumah besar), yang dimiliki masyarakat dayak khususnya Kalteng bebas dan terpimpin.

Budaya huma betang oleh masyarakat dayak di implementasikan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, termasuk di dalamnya keluarga dekat. Dalam hal ini juga falsafah tersebut lahir untuk menyatukan konsep bebas terpimpin dalam kehidupan sehari hari, untuk tidak ada terjadi perselisihan.

“Diharapkan dalam kegiatan ini, ormas adat dayak memahami dan berkometmen untuk menjaga suasana kantibmas tetap aman dan kondusif.” Ujar Aswan dan berharap tidak terpengaruh dengan ormas terlarang di Indonesia sesuai dengan UU RI No.17 Tahun 2013.

Dalam kesempat itu juga para undangan yang hadir oleh pemadu acara diberikan kesempatan untuk, menyampaikan pendapat dan saran tentang budaya adat dayak yang berada di Kotim. Mantan Damang MB.Ketapang, M.Jais menurutnya ada beberapa hal yang perlu pembenahan dalam meletakan simbol kubah pada setiap bangunan di Sampit, sebaiknya simbol tersebut diganti dengan simbol budaya adat dayak.

“Kalau ada acara even besar sebaiknya penyambutan para tamu kita perkenalkan adat dayak baik dari segi pakaiannya maupun ritual adatnya jangan memakai budaya orang luar.”Tegas Jais yang terkenal vokal dan keras.

Nal/IB

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed