oleh

Peserta Demo Damai Sesalkan Sikap Arogan Beberapa Anggota DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Aksi demo damai oleh elemen mahasiswa di Kota Banjarmasin disela pelantikan anggota DPRD Kalsel. Diwarnai aksi adu mulut antara mahasiswa dan beberapa anggota dewan yang menemui pendemo, Senin (9/9).

Pantauan dilapangan, masa aksi demo sebanyak kurang lebih 100 orang yang merupakan gabungan mahasiswa PMII Kalsel yang ingin menyampaikan aspirasi dan tuntutannya kepada para wakil rakyat. Merasa kurang diperhatikan, salah satunya ketika ajakan para mahasiswa kepada anggota yang menemui untuk duduk bersama ditolak.

“Kami hanya ingin menyampaikana aspirasi yang dituangkan dalam tujuh poin tuntutan, sepertinya tak ditanggapi dengan baik. Buktinya ajakan untuk duduk bersama, justru direspon berlebihan. Kami sesalkan ada sikap arogan beberapa anggota dewan,” kata  Ridho salah satu peserta aksi unjuk rasa.

Hal senada dikatakan Rudy Wahyudi anggota PMII Kalsel yang juga mahasiswa ULM Banjarmasin menyanyangkan sikap anggota DPRD Kalsel ketika ingin melakukan dialog jutsru taka digubris.

“Mahasiswa ingin duduk bersama, dengan anggota dewan menyampaikan aspirasi kok malah tak mau menerima. Malah sempat ada intonansi bernada tinggi setengah menghardik dari anggota dewan ketika diajak duduk bersama,” katanya.

Sementara Ketua DPRD Kalsel (sementara) Supian HK mengaku, pihaknya sudah merasa melakukan penerimaan dengan baik atas keinginan mahasiswa.  “Soal penanda tanganan janji akan disampaikan ke semua anggota dewan lainnya,” katanya singkat.

Selain melayangkan tuntutan, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banjarmasin akan mengawal peran dan fungsi DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Adapun tuntutan yang mahasiswa yang disampaikan ke para wakil yakni,

  1. Segera menepati janji politik yang telah diberikan oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terpilih kepada rakyat.
  2. Meningkatkan kinerja sebagai Wakil Rakyat dari provinsi Kalimantan Selatan di daerah maupun pusat.
  3. Berkomitmen menjalankan peranannya sebagai Wakil Rakyat secara utuh.
  4. Jangan menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi.
  5. Secara utuh menyelesaikan permasalahan LPG 3 KG yang langka dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak.
  6. Secara utuh menyelesaikan permasalahan Meratus dengan maksimal.
  7. Siap turun jabatan sebagai Wakil Rakyat jika tidak menyelesaikan permasalahan atau tidak memberikan kebijakan yang pro terhadap rakyat.

Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa Banjarmasin, Fahrianoor, mengatakan hari kami bersama-sama akan mengawal akan kenerja dari Wakil Rakyat.

” Mulai hari ini, detik ini, kami akan bersama-sama mengawal kenerja Wakil Rakyat,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan berkaca dari periode yang sebelumnya banyak permasalahan yg belum terselesaikan, misalnya kelangkaan gas LPG dan permasalahan lingkungan.

“Kami meminta kepada periode yang sekarang ini agar menyelesaikan masalah itu, untuk meningkatkan kenerja peran dan fungsi DPRD,” tutupnya.

Ahmad Kory

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed